Sukabumi Update

Api Bakar Sampah Nyaris Hanguskan Ruang Kelas SDN Cikangkung Sukabumi

Petugas bersama warga dan siswa berjibaku memadamkan api yang membakar bagian atap ruang kelas SDN Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/4/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Aktivitas belajar mengajar di SDN Cikangkung, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api dilaporkan menyambar bagian atap salah satu ruang kelas pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.

Insiden ini diduga dipicu aksi seorang siswa yang membakar sampah dalam bak penampungan yang berada di area sekolah. Cuaca panas yang disertai hembusan angin kencang membuat api dengan cepat membesar hingga merembet ke bagian lisplang dan atap bangunan.

Tagana Kecamatan Ciracap, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa respons cepat dari berbagai pihak berhasil mencegah kebakaran meluas.

“Api berasal dari pembakaran sampah oleh siswa, lalu membesar karena angin kencang dan merembet ke atap bangunan. Satu ruangan terdampak pada bagian atap,” ujar Hendra kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: 60 Persen Sekolah di Sukabumi Rusak, Upaya Disdik Ditengah Keterbatasan Anggaran

Ia menambahkan, lokasi sekolah yang berdekatan dengan Kantor Desa Cikangkung menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan. Saat kejadian, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta kepala desa tengah menggelar rapat.

“Saat rapat, datang bu guru meminta tolong karena ada kebakaran. Kami langsung bergerak ke lokasi bersama untuk melakukan pemadaman,” ungkapnya.

Petugas bersama warga dan perangkat desa terpaksa naik ke atas atap bangunan untuk menjinakkan api menggunakan peralatan manual seadanya. Kerja sama yang sigap ini berhasil memutus jalur api sebelum merambat ke ruangan kelas lainnya.

Baca Juga: Debu Proyek Tol Bocimi Kepung Jalur Cibadak, Warga dan Pengendara Protes Penanganan Minim

Meski api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, satu unit ruangan kelas dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian konstruksi atap. Hendra memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, baik dari kalangan siswa maupun tenaga pengajar.

Pihak terkait mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang, terutama dengan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca berangin.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT