SUKABUMIUPDATE.com - Dalam upaya mencegah peredaran narkoba dan menekan kenakalan remaja, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi gencar menyuarakan program “Satpol PP Goes To School” dengan menyasar langsung lingkungan pendidikan.
Satpol PP Goes To School", edukasi hukum ini dibawa ke lingkungan pendidikan, seperti yang terlihat di SMAN 1 Kalibunder, pada Senin (13/4/26).
Program ini dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah bertujuan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para pelajar terkait bahaya narkoba serta pentingnya menaati Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum (Tibum).
Baca Juga: Api Bakar Sampah Nyaris Hanguskan Ruang Kelas SDN Cikangkung Sukabumi
"Sekarang ini peredaran narkoba cukup marak. Jadi kami masuk ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi pencegahan. Salah satunya juga menyampaikan Perda tentang ketertiban umum," ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Deni Yudono, pada Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, sekolah menjadi sasaran utama karena para pelajar merupakan generasi yang nantinya akan terjun langsung ke tengah masyarakat.
"Kenapa di sekolah. Karena mereka inilah yang ke depan akan menjadi bagian dari masyarakat. Jadi penting sejak dini diberikan pemahaman," ungkapnya.
Baca Juga: 60 Persen Sekolah di Sukabumi Rusak, Upaya Disdik Ditengah Keterbatasan Anggaran
Menurutnya, fenomena kenakalan remaja tidak bisa dilihat secara parsial. Ada berbagai faktor yang memengaruhi, mulai dari lingkungan, minimnya pemahaman aturan, hingga pengaruh media sosial yang membentuk pola perilaku generasi muda.
Alih-alih mengedepankan pendekatan represif, Satpol PP memilih cara dialogis dengan melibatkan siswa dalam diskusi interaktif di dalam kelas.
"Kami ingin mereka merasa dilibatkan, bukan dihakimi. Ketika mereka paham alasan di balik aturan, maka kepatuhan akan tumbuh dari kesadaran, bukan karena takut sanksi," jelasnya.
Baca Juga: Viral! Sopir Angkot di Sukabumi Bikin Geleng-geleng, Ganti BBM Pakai Gas LPG 3 Kg
Deni berharap program “Satpol PP Goes To School” tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak.
"Kami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran hukum. Itu fondasi penting untuk masa depan daerah," tandasnya. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah