SUKABUMIUPDATE.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melaksanakan kegiatan mitigasi berupa penyemprotan jalan di ruas alternatif Nagrak–Cibadak, tepatnya di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang licin dan membahayakan pengguna. Jalan kabupaten di Kampung Legok Picung hingga Babakan dilaporkan tertutup tanah akibat aktivitas truk pengangkut material proyek Tol Bocimi Seksi III.
Petugas melakukan penyemprotan untuk membersihkan sisa tanah yang menempel di badan jalan guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi cepat agar kondisi jalan kembali aman dilalui kendaraan.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD bersinergi dengan sejumlah unsur di lapangan, di antaranya Damkar Posko V Cibadak, P2BK Nagrak, P2BK Cibadak, pihak Waskita selaku pelaksana proyek, serta warga setempat.
Baca Juga: Korban Lain Muncul, Ungkap Transaksi Janggal Dugaan Penipuan Investasi Pengusaha Hijab Sukabumi
BPBD mengimbau kepada pihak terkait, khususnya pengelola proyek, agar memperhatikan dampak aktivitas kendaraan terhadap kondisi jalan umum, serta melakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebelumnya diberitakan, aktivitas kendaraan berat pengangkut tanah proyek Tol Bocimi Seksi 3 di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, memicu keluhan warga. Pasca libur Lebaran, polusi debu di sepanjang Jalan Nasional Sukabumi-Bogor tersebut dinilai semakin parah dan membahayakan kesehatan serta keselamatan pengguna jalan.
Rahman (47), warga Desa Karangtengah, mengaku sangat terdampak oleh polusi udara ini. Menurutnya, intensitas pengangkutan tanah meningkat drastis dalam dua hari terakhir sejak proyek kembali beroperasi normal.
Baca Juga: Benahi Parkir Wisata, Dispar Sukabumi Siapkan Aturan Ketat hingga Sanksi untuk Pungutan Liar
“Kalau cuaca panas, abis Lebaran ini dari dua hari terakhir saja sudah mulai pengangkutan lagi. Yang awal pertama kan sudah lewat, sekarang yang abis Lebaran ini parahnya dari minggu kemarin,” ujar Rahman kepada sukabumiupdate.com, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, sebelumnya kondisi tidak separah sekarang. Faktor cuaca disebut turut mempengaruhi, di mana panas disertai gerimis tidak cukup meredam debu di jalan.
“Kalau dulu nggak terlalu seperti ini. Sekarang mungkin karena panas, habis itu gerimis, tapi nggak hujan besar jadi jalan juga nggak licin,” tuturnya.
Editor : Asep Awaludin