SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah kios bensin eceran di Kampung Cimuncang, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, hangus dilalap api pada Rabu (15/4/2026) sore. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.20 WIB dan sempat membuat warga panik.
Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, mengungkapkan bahwa api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar lokasi.
“Kejadiannya jam 17.20 WIB. Diduga sumber api berasal dari puntung rokok, karena di situ memang sering dijadikan tempat berkumpul atau ngetem pengemudi ojek online.” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Pemkab Sukabumi Siapkan Akses Darurat Pasca Jembatan di Nyalindung Hanyut Diterjang Banjir
Menurutnya, api dengan cepat membesar lantaran di dalam kios terdapat stok bahan bakar minyak (BBM) serta material bangunan yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat si jago merah sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Dadan menuturkan, dirinya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari pengurus RT. Saat tiba di tempat kejadian, api sudah membesar dan warga tengah berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya.
“Pas saya sampai, api sudah besar. Masyarakat sempat panik dan bahu-membahu memadamkan api sebelum Damkar datang.” jelasnya.
Baca Juga: Berharap Keadilan dari Negara: Eks Karyawan PT TML Sukabumi Menanti Pesangon Sejak 2023
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Kemacetan sempat terjadi di jalur perbatasan Desa Kebonpedes dan Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, sebelum akhirnya kembali normal sekitar pukul 18.00 WIB setelah penanganan selesai.
Kios bensin tersebut diketahui milik seorang purnabakti petugas SPBU di wilayah setempat. Akibat kejadian ini, pemilik harus merelakan usahanya hangus terbakar.
Dadan memperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai belasan juta rupiah. Ia mengatakan, “Kalau kerugian bangunan saja diperkirakan sekitar Rp15 juta, itu belum termasuk uang atau barang lainnya yang mungkin ikut terbakar.” pungkasnya.
Editor : Ikbal Juliansyah