Sukabumi Update

BRIN Kaji Naskah Kuno Patambaan Siliwangi di Museum Sukabumi: Kitab Pengobatan Tradisional

Kitab Patambaan Siliwangi di Museum Siliwangi Sukabumi berisi metode pengobatan tradisional Sunda | Foto : Sukabumiupdare/Turangga Anom

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap isi naskah kuno Patambaan Siliwangi yang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi. Melalui penelitian yang keenam kalinya, BRIN menyebut naskah tersebut memuat beragam pengetahuan pengobatan herbal tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sunda.

Filolog perwakilan BRIN dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Nurwansah, menjelaskan bahwa pada 2025 pihaknya telah melakukan identifikasi dan inventarisasi naskah selama satu pekan, sebelum dilanjutkan penelitian mendalam pada Februari 2026 selama kurang lebih satu setengah bulan.

Ia menyebut, kitab tersebut merupakan dokumentasi pengalaman empiris masyarakat terdahulu dalam praktik pengobatan tradisional, di mana berbagai jenis tanaman dan cara pengolahannya dicatat sebagai pedoman.

“Jadi di dalam naskah ini banyak sekali informasi yang berkaitan dengan pengobatan-pengobatan tradisional yang mungkin dulu itu dicatat berdasarkan pengalaman empiris ya. Jadi dari pengalaman-pengalaman orang tua zaman dulu dituliskan, kemudian sebagai pegangan, tumbuhan apa yang memiliki khasiat, kemudian diolahnya seperti apa, dan manfaatnya seperti apa.” ujarnya saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Diduga Akibat Puntung Rokok, Kios Bensin Eceran di Kebonpedes Sukabumi Ludes Terbakar

Ilham menjelaskan, selain memuat daftar tanaman herbal, naskah ini juga berisi metode pengobatan hingga perhitungan hari lahir, penanggalan, dan perbintangan. Kompleksitas isi kitab menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional pada masa itu tidak hanya terbatas pada kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan aspek kehidupan lainnya.

“Selain terkait jenis tanaman, kemudian metode pengobatannya, juga ada kaitannya dengan perhitungan-perhitungan hari lahir, perhitungan bulan gitu tanggal dan lintang atau perbintangan atau zodiak lah kalau dalam istilah barat begitu. Nah di dalam naskah ini sangat kompleks sebetulnya,” ungkapnya.

Naskah tersebut bahkan memuat perhitungan hari baik, hari nahas, hingga cara mencari barang hilang. “Mulai dari perhitungan hari, hari baik, hari lahir, hari nahas begitu ya, kemudian juga bahkan sampai menghitung barang hilang itu ada di situ ya. Jadi sangat luas.” lanjutnya.

Kitab Patambaan di Museum Siliwangi Sukabumi berisi metode pengobatan tradisional Sunda | Foto : Sukabumiupdare/Turangga AnomKitab Patambaan Siliwangi di Museum Siliwangi Sukabumi berisi metode pengobatan tradisional Sunda | Foto : Sukabumiupdare/Turangga Anom

Secara etimologi, Patambaan berarti pengobatan. Kitab ini pun berfokus pada pengobatan tradisional khas Sunda. Di dalamnya tercatat sebanyak 28 jenis tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Ilham mencontohkan, salah satu resep untuk mengatasi sakit kepala menggunakan daun sirih dan buah mengkudu.

“Nah di dalam naskah ini disebutkan juga ada misalnya obat sakit kepala gitu, obat sakit kepala disebutkan tadi daun sirih, kemudian mengkudu juga disebutkan gitu. Jadi dari 28 itu memang naskah nama-nama tumbuhannya itu yang sangat familiar sebetulnya terutama di Pulau Jawa. Hanya saja mungkin ada beberapa yang sudah langka seperti pohon loa disebutkan, pohon lame itu sudah susah ya digunakan daunnya di dalam resep itu,” ujarnya.

Dari sisi fisik, kitab ini terdiri dari 148 halaman dan diperkirakan berasal dari akhir 1800-an hingga awal 1900-an. Naskah tersebut ditulis menggunakan bahasa Jawa Cirebon dengan ciri khas perpaduan kosakata Sunda. “Bahasanya memang Jawa Cirebon, ciri khasnya adalah bahasa Jawa yang memiliki beberapa kosa kata Sunda di sana. Dan itu kemungkinannya sih 1800-an akhir kalau dilihat dari jenis kertasnya dan formatnya itu sudah format buku dan awal 1900-an,” ungkap Ilham.

Baca Juga: GSBI Datangi Disnakertrans Sukabumi, Tuntut Kejelasan Pesangon Eks Karyawan PT TML

Ia menilai, kandungan dalam kitab ini sangat potensial untuk diteliti lebih lanjut secara medis melalui uji laboratorium guna memastikan khasiat tanaman secara ilmiah. Menurutnya, sumber informasi ini juga dapat dikembangkan menjadi potensi daerah, khususnya dalam budidaya tanaman obat di Kota Sukabumi.

“Secara praktisi mungkin perlu memang ahli-ahli atau pakar-pakar pengobatan tradisional seperti Pak Kiai di sini, yang secara praktik dari dulu sudah melihat khasiatnya betul-betul ada. Khasiatnya ini memang secara empirik ya, memang perlu diperiksa lagi secara medis, secara kandungan kimianya apa, kandungan khasiatnya secara apa namanya uji lab gitu harus dilakukan, Jadi ini sumber informasi yang sangat bagus, sangat penting ya nanti untuk budidaya menjadi ciri khas misalnya di Kota Sukabumi ada tanaman-tanaman obat.” jelasnya.

Sementara itu, Pendiri Museum Prabu Siliwangi, KH Fajar Laksana, mengatakan bahwa kitab Patambaan Siliwangi merupakan warisan keluarganya yang selama ini menjadi dasar praktik pengobatan tradisional. Ia mengaku telah mempelajari pengobatan herbal secara turun-temurun sejak muda, meski belum memahami isi kitab tersebut secara langsung.

“Sebagai seorang praktisi pengobatan, saya belajar ilmu pengobatan dari kakek saya turun-temurun. Waktu umur 25 tahun saya sudah mengobati dengan obat herbal tersebut, tapi tidak tahu sumber bukunya.Karena saya nggak bisa baca kitabnya.” ujarnya.

Baca Juga: Ayep Zaki Janjikan Pelayanan Terbaik untuk Pengusaha di Kota Sukabumi

Ia pun meminta BRIN untuk meneliti naskah tersebut dan menemukan adanya keterkaitan antara praktik yang ia jalankan dengan isi kitab, “Kemudian saya minta ke BRIN untuk meneliti kitab ini. Ternyata kemudian punya korelasi apa yang saya dapatkan secara langsung dari keluarga saya itu dengan bukunya, padahal saya nggak baca bukunya,” pungkasnya.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT