Sukabumi Update

Bangunan SDN Kaum Rusak dan Bahayakan Siswa, Disdik Sukabumi Terjunkan Tim ke Lokasi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena. (Sumber : SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, buka suara terkait kondisi bangunan SDN Kaum yang berada di Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Sekolah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah hingga dinilai membahayakan keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar.

Menurut Deden, pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan bahwa bangunan tersebut sudah tidak layak digunakan. Karena itu, ruangan yang rusak tidak lagi dipakai untuk aktivitas belajar.

“Untuk SDN Kaum, tadi informasi pertama memang satuan pendidikan sudah menyatakan bahwa bangunan itu tidak bisa digunakan lagi. Sehingga tidak dirawat. Ketika dipakai juga akan khawatir,” ujarnya.

Baca Juga: Banjir Bandang di Jalur Nasional Sukabumi–Cianjur, Isu Alih Fungsi Lahan Disorot

Ia menegaskan, keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Jika kondisi bangunan berpotensi menimbulkan risiko serius, maka ruangan tersebut sebaiknya tidak digunakan sama sekali.

“Perintah saya hari ini, ketika mengkhawatirkan dan dianggap akan menimbulkan dampak yang lebih serius untuk keselamatan anak-anak, ya lebih baik jangan digunakan. Bahkan kalau perlu dibuat berita acara untuk dirobohkan supaya tidak ada anak yang lewat ke sana. Kalau runtuh kan dampaknya akan lebih besar,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, Dinas Pendidikan juga menyatakan terus berupaya menjadikan perbaikan ruang kelas rusak sebagai prioritas dalam program pembangunan sarana pendidikan.

Baca Juga: Miris! Bangunan SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi Rusak, 57 Siswa Belajar di Tengah Bahaya

Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, Disdik Kabupaten Sukabumi langsung menugaskan tim melakukan peninjauan ke SDN Kaum.

“Ya hari ini tentunya kita menugaskan tim di bawah pimpinan Pak Kabid SMP untuk melakukan peninjauan survei ke sana. Kemudian melihat seperti apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” katanya.

Deden menambahkan, kegiatan belajar mengajar siswa tidak boleh terganggu meski ada persoalan bangunan sekolah. Karena itu, pihaknya akan memastikan proses pendidikan tetap berjalan.

“Yang paling penting tentunya kegiatan belajar mengajar tidak boleh terhenti karena sebuah proses,” ucapnya.

Baca Juga: Sekawanan Kambing Jadi Pemandangan Unik Pengendara di Jalur Ciracap Sukabumi

Dalam peninjauan tersebut, tim juga akan mengevaluasi apakah kerusakan terjadi murni karena usia bangunan atau akibat kurangnya perawatan dari pihak sekolah. Pasalnya, kata Deden, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan fasilitas pendidikan.

“Nanti tim akan melihat langsung dan menganalisis sampai terjadi seperti itu. Soalnya di BOS itu ada biaya perawatan. Tim kita nanti akan melihat benar tidak ini, apakah sebenarnya masih bisa digunakan cuma tidak dirawat. Kalau begitu berarti satuan pendidikan tersebut tidak melakukan fungsinya,” jelas Deden.

Ia berharap hasil peninjauan lapangan bisa segera diperoleh agar langkah penanganan terhadap SDN Kaum dapat diputuskan secepatnya. “Mudah-mudahan sore nanti sudah ada hasilnya. Berarti akan dianalisis terlebih dahulu,” pungkasnya. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT