SUKABUMIUPDATE.com – Nasib nahas menimpa seorang santri berinisial MAA (14 tahun). Remaja asal Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhajirin, Kampung Cikadu Tonggoh RT 04/05, Desa Sukatani, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pimpinan Ponpes Al Muhajirin, Ustaz Jamiludin, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat kondisi cuaca hujan. Korban, yang merupakan pelajar tingkat SMP sekaligus santri dari pesantren lain di sekitar lokasi, awalnya datang ke Al Muhajirin bersama rekan-rekannya dengan tujuan mencukur rambut. Namun, karena tempat cukur sedang penuh, mereka akhirnya memilih menunggu di area pesantren.
Jamiludin menuturkan, saat itu korban bersama rekannya, LN dan MRS, berada di dalam kamar salah satu santri bernama MRO (17). Sementara itu, pemilik kamar (MRO) sedang berada di luar untuk membersihkan ruangan lain.
“Waktu itu kondisi hujan, saya masuk ke kamar untuk beristirahat. Sementara mereka berada di kamar santri,” ujar Jamiludin kepada sukabumiupdate.com, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Dugaan Penyebab Santri di Parakansalak Jatuh dari Lantai 2 Hingga Meninggal Dunia
Situasi mulai berubah ketika seorang santri lain berinisial Z yang baru kembali dari warung mendapati pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam. Z kemudian menggedor pintu dengan keras agar bisa masuk.
"Diduga anak-anak di dalam kamar panik karena saat itu mereka sedang merokok. Ketika pintu digedor keras, mereka berupaya keluar melalui jendela secara tiba-tiba,” ungkap Jamiludin.
Dua anak, yakni LN dan korban MAA, nekat keluar melalui jendela lantai dua. Jamiludin menduga korban sempat mencoba berjalan di atas genting sebelum akhirnya terjatuh. Hal ini diperkuat dengan temuan genting yang rusak di posisi yang agak jauh dari jendela.
“Perkiraan ketinggiannya sekitar empat meter. Diduga korban sempat berjalan di atas genting ke arah pinggir sebelum akhirnya terjatuh ke bawah,” jelasnya. Satu anak lainnya memilih tetap bersembunyi di dalam kamar, sementara rekan korban lainnya, LN, berhasil selamat meski mengalami syok.
Baca Juga: Mengenal Metode Pembayaran Cash on Delivery (COD) dan Cara Kerjanya
Mendengar teriakan santri yang melaporkan ada orang terjatuh, Jamiludin bergegas keluar dan mendapati MAA sudah tergeletak di bawah. Korban kemudian dievakuasi ke ruangan terdekat untuk diberikan pertolongan pertama.
“Saat diperiksa awal, korban sempat terlihat masih bernapas. Saya sempat memegang bagian kepala belakangnya dan membaringkannya di ruangan. Namun, tak lama kemudian MAA dinyatakan sudah meninggal dunia,” ungkap Jamiludin dengan nada prihatin.
Pihak pesantren menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi.
Editor : Denis Febrian