Sukabumi Update

Sungai Cimapag Meluap: Jembatan Hanyut dan TPT Roboh di Bantaragung Jampangtengah

Kondisi jembatan gantung dan TPT yang terdampak banjir luapan Sungai Cimapag di Bantaragung Jampangtengah Sukabumi. (Sumber Foto: P2BK Jampangtengah)

SUKABUMIUPDATE.com - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, memicu rentetan bencana pada Sabtu malam (18/4/2026). Banjir luapan sungai hingga pergerakan tanah dilaporkan menerjang Desa Bantaragung, mengakibatkan infrastruktur rusak dan warga sempat mengungsi.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, mengungkapkan bahwa hujan yang terjadi sejak pukul 22.00 WIB menyebabkan Sungai Cimapag meluap. Arus yang deras memutus jembatan gantung sepanjang 20 meter dan lebar 1,5 meter yang menghubungkan Kampung Cimanggu RT 02/01 dengan Kampung Cimapag RT 01/01.

“Jembatan tersebut merupakan akses utama warga untuk menyeberang. Akibat putusnya jembatan, warga kini harus memutar sejauh kurang lebih 2 kilometer melalui Kampung Tegaldatar,” ujar Dadi kepada sukabumiupdate.com, Senin (20/4/2026).

Baca Juga: 2 Tahun Berlalu, Penyintas Bencana Tanah Bergerak Cihurang Bertaruh Nasib di Bawah Reruntuhan

Selain memutus jembatan, terjangan banjir juga menggerus Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalan lingkungan Kampung Tegaldatar RT 03/01. TPT sepanjang 30 meter dengan tinggi 3 meter tersebut dilaporkan roboh total.

Di lokasi lain, tepatnya di Kampung Bojongduren RT 30/09, pergerakan tanah mulai mengancam pemukiman. Retakan tanah sepanjang 8 meter dengan kedalaman hingga 50 sentimeter menyebabkan rumah milik Kamaludin (59) mengalami kerusakan ringan.

“Penghuni rumah (satu KK terdiri dari dua jiwa) sempat mengungsi ke rumah anaknya yang masih satu area, namun saat ini dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing,” tambah Dadi.

Dadi menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, satu kepala keluarga dengan dua jiwa sempat mengungsi akibat dampak pergerakan tanah.

Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Dapur Rumah Sepasang Lansia di Cicurug Ambruk Dini Hari

Hingga saat ini, lokasi terdampak bencana belum mendapatkan penanganan lanjutan. Pihak P2BK Jampangtengah telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta unsur TNI-Polri. Selain itu, asesmen ke lokasi juga telah dilakukan, disertai imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Sejumlah unsur turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya P2BK Jampangtengah, TAGANA, Polsek, Koramil, pemerintah desa, serta warga setempat.

Untuk penanganan darurat, dibutuhkan pembangunan jembatan sementara, pemasangan sekitar 300 kawat bronjong, serta bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

“Data yang kami sampaikan masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” pungkas Dadi.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT