SUKABUMIUPDATE.com – Kabar duka datang dari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Ikbal Renaldi, yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di China, dilaporkan meninggal dunia dengan status sudden death atau kematian mendadak.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, melalui Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda, Elly Widianingsih, menyampaikan bahwa informasi tersebut diperoleh dari dokumen resmi yang diterima pihaknya.
“Di keterangannya sudden death, kematian mendadak,” ujar Elly kepada sukabumiupdate.com, Senin (20/4/2026).
Elly menjelaskan, Ikbal Renaldi merupakan PMI yang berangkat secara prosedural melalui agen resmi di Indonesia. Seluruh dokumen kerja korban disebut lengkap dan masih berlaku saat kejadian.
Baca Juga: DPMPTSP Ungkap Hasil Pengawasan, SLF Dua Perusahaan di Parungkuda Masih Proses
“Perjanjian kerja lautnya ada, jadi legal. Masa kontraknya juga masih aktif dan sesuai dengan perjanjian kerja laut,” jelasnya.
Jenazah korban telah dipulangkan ke Indonesia pada Minggu malam sekitar pukul 00.00 WIB melalui jalur udara sebagai kargo. Proses pemulangan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari perusahaan tempat korban bekerja, otoritas di China, hingga Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai.
Menurut Elly, proses pemulangan jenazah PMI dari luar negeri membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan administratif di negara setempat.
Baca Juga: Libatkan Tokoh Masyarakat dan Kader Posyandu, Dinkes Sukabumi Masifkan Edukasi Gizi Keluarga
“Memang ada proses yang harus dilalui, seperti visum, kebijakan dari negara setempat, dan koordinasi lintas sektor. Namun secara keseluruhan berjalan sesuai prosedur,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh pihak perusahaan. Selain itu, keluarga korban juga berhak menerima santunan sesuai ketentuan asuransi yang berlaku.
Pemerintah daerah, lanjut Elly, turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sejak awal proses hingga jenazah tiba di kampung halaman.
“Dari kami juga turut mendampingi keluarga selama proses pemulangan,” pungkasnya.(adv)
Editor : Asep Awaludin