Sukabumi Update

Berakhir Damai, Pacar Konsumen yang Intimidasi Kurir Paket di Sukabumi Akhirnya Minta Maaf

Kasus intimidasi kurir paket di Kabupaten Sukabumi berakhir damai. Kedua pihak saling memaafkan. (Sumber Foto: Istimewa/AI)

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus intimidasi yang dialami seorang kurir ekspedisi di Kabupaten Sukabumi oleh pacar konsumen paket Cash On Delivery (COD) berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perselisihan secara kekeluargaan pada Senin (20/4/2026).

Ruly Setiaji alias RS (27 tahun), kurir yang menjadi korban intimidasi, mengonfirmasi bahwa pacar konsumen berinisial DH telah menemui dirinya secara langsung untuk meminta maaf.

“Alhamdulillah, permasalahan kemarin sudah selesai. Dari pihak sana (pacar konsumen) sudah menemui saya tadi malam,” ujar Ruly kepada sukabumiupdate.com saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung usai waktu magrib di salah satu minimarket di Cicurug. Dalam suasana yang lebih tenang, kedua pihak duduk bersama untuk membahas persoalan yang sebelumnya terjadi.

Baca Juga: Pilu Kurir Paket di Sukabumi: Sudah Harus Talangi COD, Malah Diintimidasi dan Diancam UU ITE

Ruly menyebut, pertemuan tersebut juga dihadiri beberapa pihak lain. Ia menjelaskan, permasalahan yang terjadi dipahami sebagai kesalahpahaman.

“Beliau menjelaskan ini sebuah kesalahpahaman dan sudah menyampaikan permintaan maaf. Saya juga minta maaf, jadi kita sudah saling memaafkan,” katanya.

Ia mengaku menerima permintaan maaf tersebut dan menyadari bahwa dalam peristiwa tersebut tidak sepenuhnya satu pihak yang benar.

“Saya juga tidak semuanya benar, saya juga ada salahnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Praperadilan Ibu Tiri Nizam Ditolak, Status Tersangka Tetap Sah

Sebelumnya, kasus ini sempat memicu simpati publik setelah Ruly menceritakan pengalamannya yang dipaksa menalangi biaya COD namun justru mendapat intimidasi. Saat itu, ia diklaim terancam dilaporkan menggunakan UU ITE serta dituntut kerugian materiil hingga Rp8 juta oleh pihak konsumen. 

Namun, dalam pertemuan mediasi tersebut, poin-poin ancaman tersebut tidak lagi diperpanjang. Ruly menegaskan bahwa fokus pertemuan semalam adalah rekonsiliasi.

“Semalam tidak ada pembahasan soal itu. Kita sepakat untuk damai dan saling memaafkan,” ujarnya.

Dengan adanya penyelesaian tersebut, Ruly berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya pengguna sistem pembayaran di tempat atau COD.

“Pesannya bijak menggunakan COD. Kalau sering sibuk atau jarang di rumah, bisa dititipkan ke orang rumah. Kalau tidak, lebih baik non-COD supaya lebih simpel,” pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT