SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan sejumlah peluang kerja sama internasional usai menghadiri kegiatan Diplomatic Forum yang digelar di Kota Sukabumi pada Selasa, 21 April 2026. Dalam forum yang dihadiri para duta besar dari berbagai negara itu, ia menyebutkan Kota Sukabumi kini memiliki akses komunikasi global melalui jejaring Diplomatic Club.
Dalam keterangannya kepada awak media di lokasi kegiatan, Ayep Zaki menjelaskan bahwa forum tersebut dihadiri oleh 16 duta besar. Ia menyebut, momentum ini menjadi langkah strategis bagi Kota Sukabumi untuk memperluas jejaring internasional.
Ayep juga mengatakan bahwa dirinya telah resmi menjadi anggota Diplomatic Club, yang membuka peluang komunikasi langsung dengan para duta besar di Indonesia. Menurutnya, hal ini menjadi pintu masuk bagi Sukabumi untuk menjalin kerja sama lintas negara, tidak hanya dalam bidang politik, tetapi juga sektor lain yang lebih luas.
Baca Juga: Wawancara dengan Dubes Ukraina Yevhenia Shynkarenko tentang Kota Sukabumi
Dalam pertemuan tersebut, Ayep menyebut adanya ketertarikan dari sejumlah negara seperti Hungaria dan Georgia untuk menjalin kerja sama dengan Kota Sukabumi. Bahkan, ia mengaku mendapat undangan untuk berkunjung ke luar negeri dalam rangka memperkuat hubungan tersebut. Selain itu, ia juga menyinggung kesempatan pengiriman tenaga pengajar dari Sukabumi ke Georgia sebagai bagian dari kerja sama di bidang pendidikan.
“Selain pendidikan, kita juga akan kerja sama dengan masalah kesehatan. Kemudian juga secara otomatis bisnis ikutannya juga akan ini, akan kita ini ya. Termasuk obsesi saya untuk bisa ekspor stem cell ya, dari Indonesia ke berbagai negara,” ujar Ayep kepada sukabumiupdate.com, Selasa malam (21/4/2026).
Lebih lanjut, Ayep menegaskan bahwa hubungan diplomatik yang dibangun tidak hanya sebatas antarnegara, tetapi juga bisa dilakukan antar kota di berbagai negara. Ia menilai, kerja sama lintas sektor seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga sosial budaya akan menjadi kunci percepatan pembangunan daerah.
Baca Juga: Dubes Ukraina Terpikat Keramahan Warga Sukabumi: Puji Potensi Generasi Muda & Janji Akan Kembali
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Sukabumi dijadwalkan akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan tiga negara, yakni Armenia, Georgia, dan Rumania. MOU tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk pengembangan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang.
“Tiga negara yang sudah sepakat, Kota Sukabumi dengan Armenia, Kota Sukabumi dengan Georgia, Kota Sukabumi dengan Rumania,” kata Ayep.
Ia menjelaskan, proses kerja sama ini diawali melalui pendekatan personal dalam jejaring Diplomatic Club, yang dinilai lebih efektif dalam membangun komunikasi awal dibandingkan jalur formal antarnegara.
Lalu Ayep juga membahas soal pembiayaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa anggaran yang digunakan merupakan bagian dari upaya untuk mendorong pembangunan daerah yang lebih besar ke depan. Ia optimistis, langkah ini akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Anggarannya? Ya ini untuk kepentingan jauh lebih besar. Berapapun yang kita keluarkan, ini akan dampak akan jauh lebih besar. Dan saya pertanggungjawabkan, lihat saja PAD kita ya, PAD sebelum saya menjabat itu 436 miliar. Hari ini, lihat nanti 2026 berapa PAD kita? Itu adalah hasil kerja.” bebernya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa peningkatan pendapatan daerah menjadi target utama dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah. “Saya akan usahakan menaikkan PAD sebesar-besarnya untuk kepentingan pembangunan. Daripada kita hemat tapi nggak ada uang ya, seperti itu, nggak bisa membangun,” pungkasnya.
Di akhir, Ayep memastikan bahwa program kerja sama internasional ini akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang Kota Sukabumi.
Editor : Ikbal Juliansyah