SUKABUMIUPDATE.com - Banjir bandang yang menerjang Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (20/4/2026) sore, meninggalkan dampak serius bagi sektor pertanian. Sedikitnya 4,38 hektare lahan persawahan dilaporkan rusak, termasuk tanaman padi yang sudah berada di ambang masa panen.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, setelah hujan turun tanpa henti mengguyur kawasan itu. Debit air yang terus meningkat akhirnya meluap, menerjang dan menggenangi hamparan sawah di sejumlah titik, di antaranya Kampung Sukagalih dan Kampung Leuwi Waluh.
Salah seorang warga setempat, Yusuf, mengungkapkan bahwa banjir datang begitu cepat hingga membuat para petani tak sempat menyelamatkan tanaman mereka.
“Airnya cepat naik, sawah yang sudah mau panen jadi terendam. Banyak yang rusak,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Jalan Diblokade dan Dibakar, Warga Pajampangan Tuntut Perbaikan Ruas Jampang–Kiaradua
Berdasarkan data sementara di lapangan, total lahan sawah terdampak mencapai 4,38 hektare yang tersebar di beberapa kelompok tani (poktan) di Desa Cipeuteuy.
Di Poktan Kampung Mekar, luas lahan yang mengalami gagal panen mencapai sekitar 1,2 hektare. Sementara itu, di Poktan Leuwi Waluh tercatat sekitar 0,85 hektare, dan Poktan Cisalimar sekitar 0,3 hektare.
Kerusakan paling parah terjadi di Poktan Sukagalih, dengan total lahan terdampak mencapai 2,03 hektare. Sebagian besar tanaman di wilayah ini sudah memasuki masa panen, namun kini mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir.
Yusuf menambahkan, kondisi tersebut membuat para petani harus menelan kerugian besar karena hasil panen yang selama ini dinantikan tidak dapat diselamatkan.
“Sudah dekat panen, tapi jadi rusak. Petani jelas rugi,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir bandang ini menghantam langsung sumber penghidupan warga, khususnya para petani di wilayah terdampak.
“Saat ini, warga berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membantu pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang tersebut,” pungkasnya.
Editor : Asep Awaludin