SUKABUMIUPDATE.com - Upaya pembukaan akses jalan desa yang tertimbun longsor di Kampung Cianaga RT 02/02, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, mulai menemui titik terang. Mengingat luasnya area terdampak, satu unit alat berat siap diterjunkan untuk mengevakuasi material tanah yang menutup jalur vital tersebut.
Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, mengonfirmasi bahwa evakuasi material secara manual tidak memungkinkan karena besarnya volume tanah yang menimbun badan jalan. Oleh karena itu, Pemerintah Desa segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas teknis terkait.
Alat Berat Mulai Beroperasi Kamis Pagi
Hasil koordinasi tersebut membuahkan hasil dengan dikerahkannya satu unit excavator milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi. Alat berat tersebut telah tiba di area Desa Cianaga pada Rabu (22/4/2026) malam.
“Alat berat dari Dinas PU baru saja sampai di sekitar kantor desa malam ini. Rencananya, operasi evakuasi material longsor di lokasi akan langsung dimulai besok pagi (Kamis),” ujar Wardi kepada awak media.
Baca Juga: Longsor di Cianaga Kabandungan Tutup Jalan Desa, Sawah Warga Tertimbun
Wardi menjelaskan kembali bahwa bencana longsor yang terjadi pada Selasa (21/4/2026) subuh tersebut dipicu oleh jebolnya saluran irigasi. Selain memutus akses jalan, material longsoran juga merusak sedikitnya satu hektare lahan persawahan produktif milik warga.
“Pemicunya murni dari saluran irigasi yang ambrol hingga menggerus tanah di bawahnya. Total lahan sawah yang terdampak kurang lebih mencapai satu hektare,” tambahnya.
Baca Juga: 118 Bencana Terjang Kota Sukabumi di Awal 2026, Kerugian Tembus Rp5 Miliar
Keberadaan alat berat ini sangat dinanti warga, mengingat jalur yang tertimbun merupakan akses utama yang menghubungkan Kedusunan 1 dan Kedusunan 2 di Desa Cianaga. Lebih jauh, jalan tersebut merupakan jalur alternatif strategis menuju Desa Mekarjaya dan wilayah Tugubandung.
Lumpuhnya jalan ini sempat menghambat mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat selama dua hari terakhir. Dengan dikerahkannya bantuan alat berat, Pemerintah Desa berharap akses transportasi dapat segera normal kembali sehingga aktivitas warga tidak lagi terganggu.
Editor : Denis Febrian