SUKABUMIUPDATE.com - Aktivitas mobil truk pengangkut tanah di Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi menuai keluhan warga. Truk-truk penyuplai tanah untuk proyek tol bocimi yang melintas setiap hari disebut membuat jalan desa rusak dan sulit dilalui.
Kondisi jalan menjadi kotor, licin dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun. Tanah yang berceceran bahkan menutupi sebagian badan jalan hingga aspal tidak terlihat.
Warga yang minta identitasnya tak diungkap mengaku resah dengan kondisi tersebut. Pria 52 tahun ini menyebut aktivitas truk pengangkut tanah tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Sangat Siap Mekar, Pemkab Sukabumi Siapkan 10 Hektare Lahan untuk Pusat Pemerintahan KSU
“Kalau hujan, jalan jadi sangat licin. Warga kesulitan melintas, bahkan pernah ada yang jatuh, terutama pengendara motor. Kami khawatir kalau dibiarkan terus bisa menimbulkan korban lebih parah,” ujar H kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, selain licin, kondisi jalan desa juga mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan bertonase besar. Warga menilai aktivitas tersebut tidak diimbangi dengan upaya perawatan jalan.
“Jalan desa sekarang banyak yang rusak. Aspal tertutup tanah, jadi seperti jalan tanah lagi. Padahal ini akses utama warga,” tambahnya.
Baca Juga: Perbaikan Jalur Cibeber–Lampegan Dikebut, KA Siliwangi Ditargetkan Kembali Beroperasi 24 April
Warga berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait, baik dari perusahaan pengelola galian maupun pemerintah daerah. Salah satu langkah yang diharapkan adalah kewajiban menutup muatan truk agar tanah tidak berceceran, serta membersihkan sisa material di jalan.
“Kami minta perhatian dari Bupati Sukabumi dan Gubernur Jawa Barat untuk segera turun tangan. Tolong ditertibkan supaya jalan kembali aman dan seperti semula,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut.
Editor : Fitriansyah