Sukabumi Update

Jalan Berlumpur dan Berdebu, Teror Truk Proyek Tol Bocimi Picu Kecelakaan di Cikujang

Penampakan Jalan Desa Cikujang yang dipenuhi tanah akibat aktivitas truk Proyek Tol Bocimi. (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com – Aktivitas truk pengangkut tanah untuk Proyek Tol Bocimi di Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan serius dari warga. Kehadiran truk-truk bertonase besar itu bukan hanya mengganggu, tetapi juga dinilai mulai mengancam keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi dan video yang beredar, kondisi Jalan Desa Cikujang kini memprihatinkan. Permukaan jalan tertutup tanah merah yang diduga berasal dari lalu lalang kendaraan berat di kawasan tersebut. Saat cuaca panas, debu tebal beterbangan dan mengganggu jarak pandang. Sementara ketika hujan turun, jalan berubah menjadi licin berlumpur dan membahayakan para pengendara, terutama sepeda motor.

Tak sedikit pengendara dilaporkan terjatuh saat melintas di jalur tersebut. Situasi ini membuat warga semakin resah, terlebih jalan itu merupakan akses vital bagi aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Diprotes Warga! Aktivitas Truk Tanah Proyek Tol Bocimi Bikin Jalan Legoknyenang Berlumpur

Moch Caesar Maulana, salah seorang warga, mengaku terganggu dengan aktivitas yang telah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat setempat.

“Jalan tersebut merupakan jalan penghubung warga dengan akses pendidikan, pertanian dan kegiatan lainnya,” ujar Caesar kepada sukabumiupdate.com, Kamis (23/4/2026).

Lebih jauh, Caesar menilai persoalan ini telah melampaui sekadar kerusakan infrastruktur. Menurutnya, kondisi jalan yang kian memburuk kini sudah menyentuh aspek keselamatan warga.

“Kondisi jalan rusak ini bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur, tetapi sudah menyangkut keselamatan nyawa masyarakat. Ketika warga sampai jatuh dan menjadi korban, itu menandakan ada kelalaian yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” kata dia.

Baca Juga: Sangat Siap Mekar, Pemkab Sukabumi Siapkan 10 Hektare Lahan untuk Pusat Pemerintahan KSU

Warga pun mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera bertindak sebelum jatuh korban lebih banyak. Mereka berharap ada langkah cepat, baik berupa perbaikan darurat maupun pengawasan terhadap aktivitas truk yang melintas.

“Kami mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk segera turun tangan, melakukan perbaikan darurat, dan memastikan kejadian serupa tidak terus terulang. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” ucapnya.

Selain itu, warga juga menyoroti dampak aktivitas angkutan material yang dinilai telah mengubah kondisi jalan secara signifikan.

“Selanjutnya, dengan adanya aktivitas mobil pengangkut material yang berdampak terhadap perubahan kontur jalan. selaku warga kami meminta agar para pihak untuk segera melakukan perbaikan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas semuanya,” pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT