SUKABUMIUPDATE.com – Momen kelulusan siswa kelas 12 di SMKN Pertanian 1 Sukaraja tahun ini terasa berbeda. Di tengah agenda foto bersama dan pelepasan, para siswa mendapatkan pengalaman tak biasa dengan menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkonsep prasmanan layaknya di hotel.
Konsep tersebut diinisiasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasirhalang. Chef SPPG Pasirhalang, Asep Saepulloh, menjelaskan bahwa penyajian hari itu mengusung konsep buffet atau prasmanan.
“Ya, jadi hari ini namanya konsep buffet atau prasmanan. Kebetulan latar belakang saya dari dunia perhotelan dan sudah beberapa kali bertugas di hotel, jadi prasmanan ini adalah standar dari MBG SPPG Pasir Halang, Sukaraja. Kami rutin mengadakan ini setiap bulan sebagai bentuk apresiasi terhadap program pemerintah yang sangat bagus untuk anak sekolah, balita, dan posyandu.” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa, di mana makanan disajikan langsung dari dapur dalam kondisi hangat dan menarik.
Baca Juga: Harga Plastik di Pasar Sukabumi Naik 70 Persen, Ini Penjelasan Disdagin
“Kami ingin menampilkan sesuatu yang lebih, yaitu makanan yang langsung dari dapur, masih panas, dan bisa langsung dinikmati oleh anak-anak. Penampilan seperti ini memberikan kejutan bagi mereka dan pengalaman baru bahwa ternyata makan bergizi bisa disajikan seperti di hotel. Selain itu, tujuannya untuk memberikan edukasi kepada penerima manfaat mengenai presentasi makanan yang berkualitas,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, nasi liwet menjadi menu utama yang paling diminati siswa. Selain itu, tersedia pula berbagai menu pendamping.
“Menu utama kita adalah nasi liwet karena rasanya sangat otentik. Berdasarkan survei, 90% penerima manfaat memilih nasi liwet sebagai permintaan utama mereka. Lalu ada ayam geprek dengan sambal yang kami buat berbeda dan sangat nikmat, serta tahu berontak. Untuk pencuci mulut, ada puding, buah semangka, dan susu kemasan dengan rasa stroberi, vanila, dan cokelat untuk menyesuaikan selera anak di bawah 16 tahun.” jelasnya.
Untuk menyiapkan lebih dari 1.200 porsi, tim SPPG telah melakukan persiapan sejak sehari sebelumnya.
“Persiapannya dimulai sejak pukul 4 sore kemarin karena kami menyiapkannya secara bertahap untuk 1.200 porsi. Padahal jumlah siswa di sini sekitar 1.000, tapi kami lebihkan agar tidak terjadi kekurangan saat pembagian. Segala sesuatunya, termasuk dekorasi fruit carving (ukiran buah) pada semangka, sudah kami rencanakan dengan presisi satu minggu sebelumnya.” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana SMKN Pertanian 1 Sukaraja, Lalan Suherlan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil koordinasi antara pihak sekolah dan SPPG.
“Awalnya kami mengajukan permohonan ke SPPG karena hari ini bertepatan dengan kegiatan foto-foto kelas 12. Kami berkoordinasi sekitar satu minggu sebelumnya dan menunggu kepastian selama dua hari hingga akhirnya SPPG menyetujui untuk mengadakan prasmanan khusus hari ini.” katanya.
Baca Juga: Pengurus Baru Dikukuhkan, Geopark Ciletuh Kembali Kantongi Green Card
Ia menegaskan bahwa konsep prasmanan ini merupakan yang pertama kali diterapkan di sekolah tersebut.
“Ini baru pertama kalinya dilakukan secara prasmanan di sini. Biasanya, makanan dikirim dalam bentuk katering setiap pukul 10 pagi, lalu kami bagikan kepada siswa pada pukul 11.30, tepat sebelum waktu istirahat kedua atau salat Zuhur.” tegasnya.
Terkait kualitas makanan, Lalan menyebut sejauh ini berjalan baik dan responsif terhadap keluhan siswa.
“Alhamdulillah, menu setiap harinya baik dan diterima dengan aman oleh anak-anak. Kami memiliki sistem konfirmasi yang cepat; jika ada sedikit keluhan, misalnya ada buah jeruk yang kurang bagus, setelah dilaporkan maka pihak SPPG akan langsung menggantinya dengan yang baru pada hari berikutnya. Petugas kami di SMK selalu memantau agar keluhan anak segera tertangani.” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah porsi telah disesuaikan dengan kebutuhan seluruh warga sekolah.
“Sesuai jumlah siswa dan staf di sini. Untuk guru dan satpam ada sekitar 80 orang, sedangkan siswanya mencapai lebih dari 1.000 orang (sekitar 1.015 hingga 1.017 siswa). Kami berharap momen seperti ini bisa diadakan lagi di masa mendatang,” tambahnya.
Baca Juga: Bupati Sukabumi: Geopark Ciletuh Bukan Sekadar Ikon, Harus Berdampak Nyata
Di sisi lain, kebahagiaan juga dirasakan para siswa. Salah satunya Siti Aulia yang mengaku momen tersebut sangat berkesan.
“Senang banget rasanya, apalagi hari ini ada acara pelepasan untuk kelas 12 SMK Negeri 1 Sukaraja. Jadi ini terasa spesial sekali buat kami.” ujarnya.
Ia juga menyebut sistem prasmanan membuat siswa lebih leluasa memilih makanan sesuai selera.
“Aku paling suka ayam gepreknya, enak banget. Teman-teman yang lain juga banyak yang suka menu itu. Sistem seperti ini bikin anak-anak lebih semangat makan. Kalau biasanya kan dibagikan satu-satu dalam wadah, kadang ada yang berebut ingin ini atau itu. Dengan prasmanan begini terasa lebih adil bagi semuanya. Ini benar-benar jadi kenangan yang berkesan di akhir masa sekolah kami.” pungkasnya.
Dengan konsep berbeda ini, penyajian MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkesan yang melekat di momen kelulusan mereka.
Editor : Asep Awaludin