Sukabumi Update

Gudang Mebel dan Atap Rumah Warga Cisaat Porak-poranda Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Penampakan los atau gudang mebel di Cisaat, Sukabumi yang hancur usai diterjang hujan dan angin kencang. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Hujan deras yang turun tanpa henti, disertai hempasan angin kencang, menerjang wilayah Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 15.08 WIB. Terjangan cuaca ekstrem itu mengakibatkan sebuah gudang mebel milik warga di Kampung Babakan RT 023 RW 009, Desa Babakan, mengalami kerusakan berat.

Gudang mebel milik Zaenal Mutaqqin itu tak mampu bertahan dari kuatnya angin. Bangunan los dilaporkan rusak parah, sementara di sekitarnya, atap-atap genteng rumah warga beterbangan dan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur cukup lama, diperparah oleh angin berintensitas tinggi.

“Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang berlangsung lama disertai angin kencang menyebabkan bangunan los mebel milik warga mengalami rusak berat, serta beberapa atap rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang,” ujar Daeng Sutisna, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, Puluhan Penumpang Dievakuasi

Meski kerusakan cukup signifikan, Daeng memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi dalam kejadian tersebut.

“Korban terancam nihil dan tidak ada korban jiwa. Untuk sementara tidak ada warga yang mengungsi,” katanya.

Sesaat setelah kejadian, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi bersama berbagai unsur langsung bergerak cepat menuju lokasi. Perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, BPP Kecamatan Cisaat, Intel Kodim Kota, hingga warga setempat bahu-membahu melakukan assessment dan penanganan awal.

“Petugas bersama unsur terkait telah berkoordinasi dan melakukan penanganan awal di lokasi, termasuk pembersihan material bersama RT dan RW setempat,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan mendesak mulai terasa. Warga terdampak kini membutuhkan bantuan berupa genteng, kayu, serta material bangunan lainnya untuk memperbaiki kerusakan.

Sementara itu, total kerugian akibat terjangan cuaca ekstrem ini masih dalam tahap pendataan dan kajian oleh pihak terkait.

BPBD Kabupaten Sukabumi pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras disertai angin kencang kembali melanda.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT