SUKABUMIUPDATE.com – Warga Kecamatan Lengkong dan masyarakat Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, semakin gencar melakukan aksi blokade terhadap truk bertonase besar atau over dimension overload (ODOL) yang melintasi jalan provinsi ruas Jampangtengah–Kiaradua.
Aksi tersebut dilakukan dengan meminta kendaraan berat untuk putar balik dan melintas melalui jalur nasional Kiaradua–Bagbagan. Langkah ini merupakan bentuk protes warga terhadap penundaan perbaikan jalan provinsi Jampangtengah–Kiaradua yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama di wilayah Kecamatan Lengkong hingga perbatasan Kecamatan Simpenan sepanjang sekitar 11 kilometer. Selasa malam (28/4/2026).
Warga Lengkong, Suparman, mengatakan masyarakat sudah lama menahan kesabaran melihat kondisi jalan yang semakin rusak, sementara kendaraan bertonase besar masih terus melintas setiap hari tanpa adanya tindakan.
“Warga Lengkong dan umumnya warga Pajampangan sekarang semakin kompak melakukan blokade terhadap truk overload yang melintas ruas Jampangtengah-Kiaradua. Kami minta mereka putar balik lewat jalan nasional Kiaradua–Bagbagan, jangan lewat jalan Lengkong yang kondisinya sudah sangat parah,” ujar Suparman kepada sukabumiupdate.com, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Tilep BLT untuk Beli Mobil dan Nyaleg, Eks Kades Karangtengah Divonis 4 Tahun Penjara
Menurutnya, aksi tersebut dipicu oleh pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait penundaan perbaikan ruas jalan provinsi Jampangtengah–Kiaradua karena masih banyak truk ODOL yang melintas, namun tidak ada tindakan tegas.
Warga menilai keputusan tersebut sangat mengecewakan karena kerusakan jalan sudah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga keselamatan pengguna jalan.
“Kerusakan paling parah itu dari wilayah Lengkong sampai perbatasan Simpenan, sekitar 11 kilometer. Jalan berlubang, rusak berat, bahkan sangat membahayakan pengendara, terutama saat malam hari dan musim hujan,” katanya.
Suparman menegaskan, warga bukan menolak aktivitas distribusi barang, melainkan meminta adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat selatan Sukabumi.
“Kami tidak anti truk, tapi kalau jalan tidak diperbaiki dan terus dipaksa dilalui kendaraan overload, kerusakannya akan semakin parah. Warga hanya ingin jalan yang layak dan aman,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut dan tidak lagi menunda pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat Pajampangan, sekaligus menindak truk ODOL.
“Jalan ini urat nadi ekonomi warga. Kalau terus rusak dan tidak diperbaiki, masyarakat yang paling dirugikan,” pungkasnya.
Editor : Asep Awaludin