Sukabumi Update

Terdampak Proyek Betonisasi Jalan Gudang Sukabumi, Pedagang Optimis Dongkrak Usaha

Proyek betonisasi jalan Gudang, Kota Sukabumi | Foto : Turangga Anom

SUKABUMIUPDATE.com - Proyek betonisasi Jalan Gudang yang tengah dikebut Pemerintah Kota Sukabumi membawa dinamika tersendiri bagi para pedagang di sekitar lokasi. Di satu sisi, aktivitas usaha sempat terdampak selama proses pengerjaan, namun di sisi lain, para pelaku usaha tetap menyimpan harapan besar terhadap manfaat jangka panjang dari pembangunan tersebut.

Siti Fatimah, pedagang bandros sekaligus pemilik warung di kawasan itu, mengaku sempat menghentikan aktivitas jualannya karena akses jalan tertutup. Ia menyebut kondisi tersebut berlangsung sekitar 10 hari sejak awal pengerjaan. “Ya kita sempat tertutup juga, Dampaknya sementara tutup,” ujarnya saat ditemui sukabumiupdate.com, Rabu (29/4/2026).

Selama masa itu, ia mengaku tidak memiliki pemasukan dari usaha bandrosnya. “Ya kita nggak bisa usaha, Aa. Nggak bisa nyari uang gitu kan. Ya mending-mending kalau punya tabungan, kalau yang nggak punya tabungan kan bingung juga,” katanya, menggambarkan kondisi yang dirasakan pedagang kecil saat akses terbatas.

Meski demikian, Siti menilai proyek tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan fasilitas umum yang akan dirasakan bersama. Ia mengaku sempat merasa keberatan di awal, namun kini lebih menerima proses yang sedang berjalan. “Pertama iya, pertama iya. Tapi kan kita harus melihat segi baik dan buruknya dulu Aa gitu. Makanya kita sekarang udah legawa, terima apa adanya gitu kan,” ungkapnya.

Baca Juga: Penyebab Utama Indonesia Bergantung pada Sapi Impor Australia, Ini Kata Pakar

Dari sisi pendapatan, ia menyebut terjadi penurunan, terutama karena berkurangnya lalu lintas pembeli. Namun ia tetap optimistis kondisi akan kembali normal setelah proyek rampung. “Insyaallah, pasti. Soalnya jalan juga makin enak kan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ridwan, pekerja di salah satu konter di kawasan tersebut. Ia mengatakan pendapatan usaha sempat turun cukup signifikan di awal pengerjaan. “Kalau awal-awal penurunan hampir 50%. Kalau sekarang udah agak lumayan lah, udah kembali naik,” katanya.

Ridwan juga mengapresiasi adanya percepatan pengerjaan yang membuat dampak terhadap pedagang tidak berlangsung terlalu lama. “Dari kontrak lima bulan jadi dua bulan. Dan hasilnya bener, jadi dipercepat gitu,” ujarnya.

Selain itu, penyesuaian di lapangan seperti pembukaan sebagian pembatas jalan dinilai membantu agar toko tetap terlihat oleh pengguna jalan. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu solusi yang cukup dirasakan oleh para pelaku usaha.

Secara umum, para pedagang memahami bahwa proses pembangunan membawa konsekuensi sementara. Namun mereka tetap berharap hasil akhir dari proyek betonisasi Jalan Gudang ini dapat meningkatkan kenyamanan akses serta berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Gudang merupakan respons cepat Pemerintah Kota Sukabumi terhadap aspirasi masyarakat yang banyak disampaikan, termasuk melalui media sosial.

"Kondisi jalan yang sebelumnya bergelombang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Oleh karena itu, perbaikan menjadi prioritas utama guna menekan risiko kecelakaan," ujar Ayep Zaki usai meninjau langsung pembangunan infrastruktur Jalan Gudang, pada Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jalan dilakukan menggunakan beton berkualitas tinggi dengan spesifikasi K-350 yang setara dengan standar jalan tol, serta ketebalan mencapai 40 sentimeter.

Pemerintah Kota Sukabumi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama proses pengecoran berlangsung.

Baca Juga: A Yamin Soroti Pengawasan Miras Kota Sukabumi, Minta Implementasi Perda Diperjelas

Selain Jalan Gudang, pemerintah juga merencanakan penataan trotoar di Jalan Bhayangkara, khususnya di kawasan depan Stupa yang sering menjadi lokasi kunjungan dari luar daerah, termasuk kawasan pendidikan kepolisian.

Seluruh pembiayaan pembangunan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang juga digunakan untuk mendukung sejumlah proyek strategis lainnya, seperti pembangunan kantor kecamatan, gedung akhir, serta peningkatan jalan lingkungan.

Pemerintah berharap perbaikan infrastruktur ini dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, meski tanpa adanya skema kompensasi khusus bagi pelaku usaha yang terdampak selama proses pembangunan.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT