Sukabumi Update

Hubungkan Cireunghas-Gegerbitung, Jembatan Caringin Rusak Bertahun-tahun

Jembatan Caringin, penghubung Gegerbitung-Cireunghas, Kabupaten Sukabumi | Foto : Turangga Anom

SUKABUMIUPDATE.com - Jembatan Caringin yang merupakan penghubung Desa Caringin Kecamatan Gegerbitung dengan Desa Bencoy Kecamatan Cirenghas, Kabupaten Sukabumi, kondisinya sangat memprihatinkan. Jembatan tersebut rusak sejak gempa tahun 2018 dan tak kunjung mendapat perbaikan permanen, padahal menjadi jalur penting bagi aktivitas warga.

Terbaru, jembatan caringin dilaporkan kembali rusak pada Minggu malam 26 April 2026, disapu luapan sungai cimandiri yang mengalir dibawahnya. Tak hanya membuat tiang pancang jembatan tersebut miring dan nyaris roboh, banjir juga menyapu lahan pertanian di sekitar daerah aliran sungai yang berada di kawasan tersebut.

Jembatan sepanjang 80 meter itu awalnya dibangun pada era 1980-an melalui swadaya masyarakat. Kini kondisinya jauh dari kata layak. Lintasan yang dulunya menggunakan cor beton, kini hanya ditambal seadanya dengan papan kayu dan bambu. Saat debit Sungai Cimandiri meningkat, jembatan tersebut kerap rusak bahkan putus.

Warga yang melintas pun harus ekstra hati-hati. Jajang, warga Desa Bencoy, mengaku setiap hari melewati jembatan tersebut dengan rasa khawatir karena kondisi jembatan yang tidak stabil dan sering bergoyang, bahkan ia menyebut sudah pernah ada pengendara yang terjatuh saat melintas.

“Takutlah, kalau lewat bergoyang, ada pernah jatuh, saya tiap hari lewat sini. Pernah putus total, tidak lama langsung dibetulin lagi untuk jembatan darurat saja,” jelasnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Pendapatan Pemkot Sukabumi Tumbuh, Meski Transfer Pusat Menurun

Menurutnya, saat jembatan tidak bisa dilalui, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang jauh lebih memutar. Dari Desa Caringin menuju Desa Bencoy, jarak tempuh bisa mencapai sekitar 6 kilometer, jauh berbeda jika menggunakan jembatan yang hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit. “Kadang lewat di Cisepan kalau airnya tidak banjir putar lumayan jauh jaraknya 6 kilometer, kalau lewat sini tidak sampai 5 menit,” ujarnya.

Camat Cirenghas, Lan Maulana Yusup, mengakui kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung lama sejak terdampak gempa 2018 dan kerap kembali rusak saat banjir meluap dari Sungai Cimandiri. Ia menyebut, meski secara administratif titik kerusakan berada di wilayah Kecamatan Gegerbitung, dampaknya dirasakan oleh masyarakat di dua kecamatan.

Jembatan Caringin, penghubung Gegerbitung-Cireunghas, Kabupaten Sukabumi | Foto : Turangga AnomJembatan Caringin, penghubung Gegerbitung-Cireunghas, Kabupaten Sukabumi | Foto : Turangga Anom

“Putusnya jembatan wilayah Kecamatan Gegerbitung, terdampak kepada masyarakat terutama masuk wilayah Kecamatan Gegerbitung. Sedangkan wilayah Kecamatan Cirenghas masih bisa teratasi untuk masyarakat yang lewat. Dan mingkin diharapkan adanya bantuan untuk bisa diperbaiki jembatan tersebut,” ungkapnya.

Lan menegaskan, keberadaan Jembatan Caringin memiliki peran vital sebagai jalur mobilitas warga, termasuk bagi pelajar dan aktivitas ekonomi. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan warga Desa Caringin lebih dekat dijangkau melalui wilayah Cirenghas, sehingga jembatan tersebut menjadi urat nadi penghubung kedua wilayah.

“Tentu menjadi pusat lalu lintas antara warga Kecamatan Gegerbitung dan warga Kecamatan Cirenghas sangat vital untuk akses masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah kecamatan, lanjut Lan, telah melakukan peninjauan lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan ke depan. Saat ini, proses pelaporan masih berlangsung guna mendorong adanya langkah perbaikan maupun upaya antisipasi agar tidak membahayakan warga.

Baca Juga: Begal Motor Pelajar SMP Tertangkap di Ubrug Warungkiara, Pelaku Nyaris Diamuk Massa

“Tentunya untuk kejadian ini kita perna survey terkait tentang jembatan. Tentu kita saling koordinasi dengan pihak-pihak terkait penanganannya untuk kedepan. Untuk kejadian akhir ini, kita masih dalam proses pelaporan untuk bisa dilakukan ataupun diantisipasi hal-hal lain yang bisa membahayakan warga,” tandasnya.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT