SUKABUMIUPDATE.com – Seorang warga Kampung Cibeber 2, RT 11/04 Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Okah (35), terpaksa meminjam uang demi memperbaiki rumahnya yang rusak akibat cuaca ekstrem.
Rumah semi permanen sederhana miliknya berukuran 5 x 7 meter mengalami kerusakan setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang, pada Rabu (29/4/2026) pukul 16.00 WIB. Akibat kejadian itu, sebagian atap rumah rusak dan genteng beterbangan. Kondisi tersebut membuat rumahnya untuk sementara tidak bisa di huni.
Saat ini, Okah bersama dua anaknya, masing-masing berusia 9 tahun dan 2,5 tahun, terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya. Sementara suaminya tengah merantau sebagai buruh di luar daerah.
Okah mengaku belum mampu memperbaiki rumahnya secara menyeluruh karena keterbatasan biaya. Bahkan, untuk perbaikan darurat, ia harus meminjam uang sebesar Rp200 ribu guna membeli material dan membayar upah tetangga yang membantu.
“Masih ikut orang tua, rumah belum diperbaiki. Suami juga tidak ada. Tadi siang sebagian diperbaiki dengan menyuruh tetangga, untuk upah dan beli material pinjam uang Rp200 ribu,” ungkap Okah kepada sukabumiupdate.com, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Belum Sadar Pascaoperasi, Istri Mantan Bupati Sukabumi Hj Yani Jatnika Marwan Dirawat Intensif
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran telah melakukan sejumlah upaya, mulai dari koordinasi dengan perangkat desa, Satpol PP, Tagana, pihak kecamatan, hingga unsur TNI-Polri. Selain itu, petugas juga melakukan asesmen serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Petugas P2BK Pabuaran, Yogi Regina, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan pelaporan kepada pemerintah desa serta kecamatan. Ia menyebut, kebutuhan mendesak korban saat ini adalah material bangunan berupa sekitar 100 genteng.
“Untuk kebutuhan mendesak, korban membutuhkan material bangunan berupa genteng sekitar 100 buah,” ujarnya.
Namun hingga kini, bantuan konkret belum diterima korban. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar rumah yang terdampak dapat segera diperbaiki dan kembali layak dihuni.
Editor : Syamsul Hidayat