SUKABUMIUPDATE.com - Dalam upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat rantai pasok pangan, Doa Bangsa Agribisnis (DBA) melaksanakan kegiatan sosialisasi program Serap Gabah (Sergap) dan kemitraan padi konsumsi di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama DBA sekaligus Ketua DPC HKTI Kabupaten Sukabumi, Hikmat Taufik, Kepala Desa Purwasedar beserta jajaran, BPP Kecamatan Ciracap, Gapoktan, serta para pengusaha pertanian, sebagai bagian dari langkah strategis dalam membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Seiring dengan upaya hilirisasi yang terus dikembangkan DBA melalui pengelolaan RMU (Rice Milling Unit), kebutuhan akan serapan gabah yang optimal menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus kesinambungan rantai pasok, yang secara bertahap telah mendorong penguatan implementasi program Sergap dan kemitraan yang lebih terstruktur di tingkat petani.
Melalui program Sergap, DBA menegaskan perannya dalam menghadirkan kepastian pasar dan stabilitas harga bagi petani. Skema ini dirancang untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara berkelanjutan dengan nilai yang lebih terjaga, sehingga petani tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga pasar yang sering merugikan. Dengan pendekatan ini, DBA tidak hanya berperan sebagai offtaker, tetapi juga sebagai penggerak sistem tata niaga yang lebih adil dan berpihak pada petani.
Baca Juga: Usai Dilepas Wali Kota, 3 Calon Pekerja Migran Asal Sukabumi Tiba di Kuwait
Sejalan dengan itu, DBA juga mengembangkan skema kemitraan melalui penguatan benih padi dengan skema kemitraan penangkaran benih padi untuk kebutuhan program bantuan benih. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang terstruktur, di mana proses produksi hingga penyerapan hasil panen berada dalam satu sistem yang saling terhubung. Pola kemitraan ini memberikan manfaat yang seimbang bagi petani dan perusahaan, serta mendorong keberlanjutan usaha di sektor pertanian.
Dalam implementasinya, DBA memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan kepada petani mitra, mulai dari penerapan pola tanam yang tepat, penggunaan input pertanian secara efisien, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen agar memenuhi standar beras konsumsi sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, DBA juga membuka akses terhadap penyediaan benih unggul dan sarana produksi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kapasitas petani.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, kerja sama ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), yang memastikan bahwa hasil panen petani akan diserap oleh DBA sebagai offtaker. Skema ini memberikan jaminan keberlanjutan usaha bagi petani serta memperkuat kepercayaan dalam hubungan kemitraan yang dibangun.
Direktur Utama Doa Bangsa Agrobisnis yang juga menjabat sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi petani dalam rantai pasok pangan nasional.
Baca Juga: Bukit Gunung Karang Dibabat Habis, Wali Kota: Pengembang Sudah Dipanggil tapi Belum Datang
“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan petani tidak hanya memperoleh kepastian pasar, tetapi juga peningkatan produktivitas, kualitas dan nilai jual hasil panen. Dengan sistem yang terintegrasi, petani dapat tumbuh lebih sejahtera dan memiliki daya saing yang lebih kuat, dan Kabupaten Sukabumi menjadi target utama untuk kemitraan ini,” ujar Hikmat dalam keterangannya kepada sukabumiupdate.com.
Melalui kegiatan ini, DBA menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis petani dalam mendorong terciptanya tata niaga padi yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan. Sinergi antara program Sergap dan kemitraan benih padi serta penangkaran konsumsi di Desa Purwasedar diharapkan menjadi model pengembangan pertanian yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pihak yang terlibat.
Editor : Syamsul Hidayat