SUKABUMIUPDATE.com - Tim forensik RSUD R Syamsudin SH telah mengungkap hasil autopsi terhadap jenazah pria berinisial R (30), korban pengeroyokan di Jalan Raya Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Pemeriksaan yang dilakukan pada Minggu (3/5/2026) tersebut mengonfirmasi adanya sejumlah luka fatal yang menjadi penyebab utama kematian korban.
Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, Nurul Aida Fathia, menjelaskan bahwa korban menderita luka akibat kekerasan tajam di bagian punggung yang menembus organ vital.
“Yang mengakibatkan kematian itu adalah akibat kekerasan tajam. Kekerasan tajam yang ditemukan itu posisinya memang adanya di belakang, gitu ya. Di daerah punggung, itu yang menimbulkan kematian sampai menembus paru dan juga menembus batang nadi yang ada di daerah dada, sehingga perdarahannya cukup banyak. Kemudian karena menembus paru, ya tentunya mengganggu pernapasan,” ujar dr. Aida kepada awak media.
Baca Juga: Seorang Pria Dikabarkan Tewas Usai Dikeroyok Banyak Orang di Sukaraja Sukabumi
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, tim medis menemukan total enam luka tusuk pada tubuh korban. Selain senjata tajam, tubuh korban juga dipenuhi luka akibat kekerasan benda tumpul.
“Luka terbukanya itu ada enam. Kalau kekerasan tumpulnya ada lecet, ada luka robek, ada memar, jadi cukup banyak kalau yang itu akibat kekerasan tumpul,” tambah Aida.
Aida juga menjelaskan fenomena medis di mana luka tusuk korban tidak terlihat mengeluarkan banyak darah ke luar tubuh. Hal itu disebabkan oleh posisi paru-paru yang bergeser dan menutupi area luka, sehingga pendarahan justru menumpuk di dalam rongga dada.
“Jadi si parunya teh nempel ke belakang, jadi nutupan. Jadi kayak kita kalau bocor, terus disumpel sama kita pakai kain. Nah kayak gitu. Iya (berdarah) di dalamnya mah banyak, justru itu yang berbahaya. Jadi bukan yang model muncrat, modelnya nggak muncrat. Walaupun itu kena pembuluh darahnya yang dekat sama jantung, tapi ya itu tadi karena si posisi parunya itu langsung nempel ke belakang, ke dinding belakang, jadi nutupan gitu,” pungkasnya.
Baca Juga: Kronologi Laka Maut di Sukalarang Sukabumi, Pemotor Tewas Ditempat
Dugaan Motif Balas Dendam
Kasus pengeroyokan maut ini terjadi di sekitar Pool Bus MGI, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban, yang merupakan warga Kampung Babakan Limbangan, dilaporkan sempat diseret dan dianiaya oleh sekelompok pria menggunakan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengungkapkan bahwa motif sementara aksi brutal ini adalah balas dendam. Sehari sebelum kejadian, yakni Jumat (1/5/2026), korban diduga sempat menganiaya salah satu terduga pelaku berinisial M di kawasan Simpang Goalpara hingga M menderita luka sobek di wajah dengan 10 jahitan.
"Motif sementara diduga karena balas dendam, terkait kejadian penganiayaan sehari sebelumnya," jelasnya.
Usai dikeroyok, saksi sempat berupaya membawa korban ke RS Hermina. Namun, setibanya di depan rumah sakit, korban sudah tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia setelah diperiksa tim medis.
Dalam kasus tersebut, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari sebilah pisau kecil, ponsel korban, botol minuman keras, sepatu bot, hingga kendaraan roda tiga milik korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya masih dalam pengembangan (lidik).
"Pelaku masih dalam lidik. Kami juga telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi," pungkas Ade.
Editor : Denis Febrian