Sukabumi Update

Penantian 40 Tahun, Jembatan Jantake yang Rusak di Desa Sasagaran Akhirnya Dibangun

Groundbreaking revitalisasi Jembatan Gantung Jantake sepanjang 35 meter, di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Selasa (05/05/2026). (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan tahun dalam kondisi rusak dan membayakan, Jembatan Gantung Jantake yang berlokasi di Kampung Jantake RT 004/003, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi akhirnya mulai di perbaiki dan dibangun kembali. Akses vital yang menjadi mobilitas warga itu infrastrukturnya sudah berusia 30 hingga 40 tahun.

Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama ini terus disampaikan kepada pemerintah desa.

“Iya di Desa Sasagaran Kampung Jantake, ini jembatan alhamdulillah hari ini dibangun dan jembatan ini sudah 30-40 tahun belum pernah tersentuh, alhamdulillah berkat kepolisian ini dibangun,” ujarnya saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com di Kantor Desa Sasagaran pada Selasa (5/5/2026).

Baca Juga: Jembatan Jantake di Desa Sasagaran Mulai Diperbaiki, Ditarget Rampung 45 Hari

Menurut Deni, jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama masyarakat, terutama bagi pelajar dan petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia mengaku selama menjabat sebagai kepala desa telah beberapa kali mengajukan perbaikan hingga akhirnya terealisasi tahun ini.

“Banyak keluhan selama ini dari masyarakat khususnya kepada desa karena mereka langsung datang ke desa, pak kades kapan dibangun, dan saya selama menjadi kades sudah berapa kali pengajuan dan alhamdulillah terlaksana,” katanya.

Antusiasme warga pun terlihat sejak dimulainya pembangunan. Deni menyebut masyarakat merasa bangga dan bersyukur karena akhirnya jembatan tersebut diperbaiki. “Sekarang masyarakat antusias, bangga, bersyukur, katanya sudah merdeka sekarang,” ungkapnya.

Baca Juga: Mau Camping saat Musim Hujan? Simak Dulu 10 Tips Ini Biar Tetap Aman

Sebelumnya, kondisi jembatan cukup memprihatinkan dan membahayakan pengguna. Warga setempat, Ahmad (45), menuturkan bahwa alas pijakan jembatan sudah banyak yang rusak bahkan berlubang, sehingga pengguna harus ekstra hati-hati saat melintas. “Jembatannya memang dari besi, tapi untuk alasnya sudah banyak yang rusak, bahkan ada yang bolong. Jadi kalau lewat harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Tak hanya itu, jembatan tersebut juga sempat terdampak banjir bandang, bahkan jarak air dengan badan jembatan hanya sekitar satu jengkal. Kondisi tersebut memperparah kerusakan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Deni pun mengungkapkan bahwa kejadian pengendara jatuh di jembatan bukan hal baru.

“Di situ juga sering banyak motor yang jatuh, sudah berapa kali, tukang cilok yang jatuh,” katanya.

Baca Juga: Warga Karangtengah Protes! Jam Operasional Truk Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Dibatasi

Diketahui, jembatan dengan panjang 35 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi sekitar 6 meter yang menghubungkan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, hingga Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung ini ditargetkan rampung dalam waktu 45 hari. Rencananya, jembatan tersebut akan diresmikan pada 1 Juli 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT