SUKABUMIUPDATE.com - Menu MBG (Makan Bergizi Gratis) di Sukabumi kembali viral di media sosial. Orang tua siswa menyoal kepala ikan salem yang menjadi menu MBG untuk pelajar TK di Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Dari informasi yang dihimpun, menu tersebut dibagikan Selasa 5 Mei 2026 dan menuai sorotan dari sejumlah orangtua siswa. Dinilai kurang layak untuk anak usia taman kanak-kanak.
Sorotan tersebut kemudian viral dimedia sosial. Salah seorang orangtua siswa membenarkan soal kepala ikan salem yang diterima anaknya bersama nasi putih, kimlo bihun, potongan buah melon, sebagai menu MBG hari itu.
Baca Juga: IABI: Megathrust Selat Sunda Masuki Siklus 200 Tahunan, Bersama Mentawai Siberut dan Selatan DIY
“Menunya ada kepala ikan salem, nasi putih, bihun dan potongan buah melon. Yang jadi sorotan ada menu kepala ikan, dan itu tidak satu atau dua orang yang dapat kepalanya doang,” ujar orangtua siswa kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, menu tersebut diterima siswa TK Arrahmah Abdurrahmah di Kampung Cireundeu, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung. Ia menjelaskan, pada penyaluran MBG hari Selasa lalu memang tidak seluruh siswa menerima kepala ikan, karena ada juga yang mendapatkan bagian daging ikan.
“Memang tidak semuanya kepala ikan, ada juga yang dapat dagingnya. Mungkin satu ekor ikan dipotong jadi dua,” katanya.
Baca Juga: 5 Ciri Sosok Ideal Orang Sunda yang Kini Mulai Jarang Ditemukan, Apa Kamu Termasuk?
Ia menilai makanan tersebut tidak pantas diberikan kepada anak-anak usia TK dan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
“Tidak layak sekali untuk menu anak TK yang diberikan pada anak saya sekolah di TK Arrahmah Abdurrahmah Kampung Cireundeu Desa Mekarsari Kecamatan Nyalindung Sukabumi. Semoga ini jadi pembelajaran bagi SPPG agar kedepannya lebih baik dalam pelayanan,” ucapnya.
Saat komplen ini viral, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia menu MBG langsung memberikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun media sosial. Pada Rabu 6 Mei 2026, SPPG melakukan pertemuan dengan warga dan orangtua siswa guna memberikan klarifikasi terkait menu MBG tersebut.
Baca Juga: Kios Ayam Geprek di Cikembar Sukabumi Terbakar, Diduga Dipicu Ledakan Tabung Gas
Pertemuan itu turut disaksikan pihak Polsek Nyalindung sebagai bentuk mediasi sekaligus evaluasi pelayanan ke depan. Kepala SPPG Rahayu, Sinta Anahita, menyampaikan permohonan maaf atas menu yang disajikan kepada siswa dan mengakui hal tersebut menjadi bahan evaluasi.
“Kami meminta maaf atas menu yang disajikan. Ini menjadi pelajaran dan evaluasi ke depannya. Sekali lagi kami mohon maaf atas menu yang disajikan dan kurang layak,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa menu bihun yang disajikan merupakan kimlo bihun dengan tambahan jamur dan putren. “Pertemuan selesai dan clear. Kami akan melakukan perbaikan-perbaikan menu di hari selanjutnya,” katanya.
Baca Juga: Pesona Curugan Gunung Putri di Mukapayung, Wisata Alam yang Masih Asri
Sinta menambahkan, jumlah penerima manfaat program MBG di TK tersebut mencapai 40 porsi termasuk untuk guru, serta PAUD Melati 08
Editor : Fitriansyah