Sukabumi Update

Karyawan Tewas di Teras Minimarket Kalibunder, Diduga Gandir Akibat Tertekan Biaya Nikah

Evakuasi korban meninggal di minimarket di Kalibunder, Kabupaten Sukabumi | Foto : dok.warga

SUKABUMIUPDATE.com – Hasil cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) pihak Kepoilisian Sektor Kalibunder Polres Sukabumi terungkap bahwa seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di teras toko bagian dalam sebuah minimarket di Kampung Panyaguan RT 001/001, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Jumat (8/5/2026) pagi, diduga merupakan korban gantung diri.

Korban diketahui bernama A (25 tahun) yang bekerja sebagai karyawan minimarket, merupakan warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

Kapolsek Kalibunder AKP Dodi Irawan mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh seorang saksi bernama Ismail Mardiansyah, rekan kerja korban di toko tersebut.

“Korban ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan tali rapia plastik warna cokelat yang melilit di leher dan diikatkan pada bagian atas rolling door di dalam Alfamart,” ujar AKP Dodi Irawan kepada awak media.

Berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelumnya korban datang bekerja bersama saksi ke Alfamart sekitar pukul 13.00 WIB. Keduanya diketahui bermalam di dalam toko.

“Komunikasi terakhir antara korban dan saksi terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalibunder,” jelasnya.

Baca Juga: Dukung Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia, Ketua DPRD Sukabumi: Cetak Generasi Berakhlak

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Kalibunder langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan luar terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka lecet di bagian leher, lebam mayat di bagian kepala, wajah, serta punggung korban. Namun tidak ditemukan luka lain pada tubuh korban. “Diduga penyebab kematian korban akibat kekurangan oksigen,” ungkapnya.

Pihak kepolisian juga menduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi dan tekanan biaya menjelang pernikahan. “Dari keterangan saksi-saksi, korban diduga mengalami tekanan ekonomi. Korban disebut akan melaksanakan pernikahan dan terbebani biaya perkawinan yang di luar kemampuan,” jelasnya.

Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya di Kampung Cihaur RT 07/05, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, untuk dimakamkan.

Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi maupun visum et repertum dan membuat surat pernyataan penolakan resmi kepada kepolisian.

Baca Juga: Karyawan Minimarket di Kalibunder Sukabumi Ditemukan Meninggal di Teras Toko

Dalam peristiwa tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu rol tali rapia hitam, satu unit telepon genggam, satu jaket hitam, satu celana panjang jeans warna biru, serta surat penolakan autopsi dari pihak keluarga.

Adapun petugas yang mendatangi lokasi kejadian di antaranya Kapolsek Kalibunder AKP Dodi Irawan, PS Kanit Reskrim Aipda Monik Junaedi, Aiptu Deni H, Bripka Gonti Manik, dan Bripka Dendi.

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki masalah psikologis, atau muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan kesehatan mental terdekat, psikolog, atau psikiater.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT