SUKABUMIUPDATE.com – Dua pelajar SMKN 1 Pertanian Sukabumi menjadi korban pembacokan saat pulang sekolah di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (8/5/2026) sore. Kedua korban diketahui berinisial RG (17) dan SS (16).
RG merupakan warga Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, sedangkan SS merupakan warga Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Keduanya saat ini menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi akibat luka bacok di bagian kepala.
RG menceritakan, peristiwa itu bermula saat dirinya bersama teman-temannya pulang sekolah menggunakan sepeda motor. Saat melintas di sekitar Jembatan Leuwigoong, Cibadak, mereka bertemu dengan rombongan pelajar dari sekolah lain.
“Lagi di jalan pulang sekolah, terus ada anak Teknika rombongan,” ujar RG saat ditemui di RSUD Sekarwangi.
Baca Juga: Dicegat Sesama Pelajar, 2 Siswa SMK di Sukabumi jadi Korban Pembacokan saat Pulang Sekolah
Menurutnya, saat itu sejumlah pelajar dari rombongan tersebut turun dari sepeda motor sehingga dirinya bersama teman-temannya berusaha menghindar. Namun, mereka kemudian dikejar oleh satu sepeda motor yang ditumpangi tiga orang. “Pas naik motor kita lolos, habis itu ada yang ngejar,” katanya.
RG mengatakan, saat kejadian dirinya berada di posisi paling belakang sebagai penumpang sepeda motor. Ketika kondisi lalu lintas macet di kawasan Jembatan Leuwigoong, korban tiba-tiba dibacok dari arah belakang.
“Dari belakang. Saya posisi masih di motor,” ucapnya.
Meski mengalami luka dan mengeluarkan banyak darah, korban mengaku masih dalam kondisi sadar dan berusaha menyelamatkan diri bersama temannya. “Masih sadar, nahan aja,” katanya.
Usai kejadian, korban sempat dibawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Sekarwangi karena luka yang dialaminya cukup serius. “Saya awalnya ke klinik dulu, terus disuruh ke sini (RS Sekarwangi),” ujarnya.
Sementara itu, ibu dari korban SS, Ida Farida (46), mengaku mengetahui kabar anaknya menjadi korban pembacokan sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diterimanya, SS dibacok di depan RS DKH saat tengah mengendarai sepeda motor. “Saya dapat kabar dari telepon, katanya anak saya ada di Sekarwangi,” kata Ida.
Baca Juga: Viral Mobil Kopdes di Sukabumi Dipakai Angkut Jenazah, Ini Penjelasannya
Ia mengaku syok dan sedih saat mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan. “Namanya orang tua pasti kaget, sedih, khawatir,” ucapnya.
Ida berharap kasus tersebut segera terungkap dan tidak kembali terjadi di kalangan pelajar. “Mudah-mudahan cepat terungkap dan jangan ada lagi tragedi seperti ini,” katanya.
Sementara itu, staf bidang kesiswaan SMKN 1 Pertanian Sukabumi, Asmi, mengatakan para siswa biasanya pulang sekolah sekitar pukul 15.30 WIB setelah melaksanakan salat Ashar berjamaah.
“Anak-anak pulang sekitar setengah empat setelah salat Ashar,” ujarnya.
Menurut Asmi, berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, kedua korban mengalami pembacokan di lokasi berbeda. “Kalau informasi yang saya dapat, mereka dicegat dan kejadiannya beda tempat,” katanya.
Ia menyebut kondisi kedua siswa masih dalam penanganan medis. SS mengalami luka cukup serius, sedangkan RG masih mengeluhkan pusing akibat luka di bagian belakang kepala. “RG juga masih kesulitan mengingat kejadian karena kondisinya masih pusing,” ujar Asmi.
Editor : Asep Awaludin