Sukabumi Update

Kantongi Nama, Polisi Buru Pelaku Pembacokan 2 Pelajar SMK Negeri di Cibadak

Dua pelajar korban pembacokan saat dirawat di RS Sekarwangi, Cibadak | Foto : Ibnu Sanubari

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus pembacokan terhadap dua pelajar SMK Negeri di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polisi mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku dan saat ini masih melakukan upaya pengejaran.

Diketahui, dua pelajar berinisial RG (17) dan SS (16) menjadi korban pembacokan saat pulang sekolah pada Jumat, 8 Mei 2026, sore. RG merupakan warga Kecamatan Parungkuda, sementara SS merupakan warga Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Keduanya mengalami luka bacok di bagian kepala dan sempat menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi.

Kapolsek Cibadak, Kompol Idji Djubaedi, mengatakan penanganan kasus tersebut saat ini ditangani Unit PPA Polres Sukabumi. “Ditangani oleh Unit PPA Polres Sukabumi,” ujar Idji saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2026).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. “Masih sedang penyelidikan,” katanya.

Saat ditanya terkait terduga pelaku, Hartono menyebut pihaknya telah mengantongi nama pelaku dan masih melakukan upaya penanganan lebih lanjut. “Belum diamankan, sudah kantongi namanya, lagi upaya,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Jabar Terima Aspirasi Warga Nyalindung soal Pemutihan Pajak hingga Bansos

Sebelumnya, RG mengaku dibacok saat tengah dibonceng sepeda motor temannya di kawasan Jembatan Leuwigoong, Cibadak. Saat itu korban bersama temannya sedang pulang sekolah. 

“Pas naik motor kita lolos, habis itu ada yang ngejar,” ujar RG saat ditemui di RSUD Sekarwangi.

Korban mengatakan dirinya dibacok dari arah belakang saat kondisi jalan sedang macet. “Dari belakang. Saya posisi masih di motor,” katanya.

Sementara korban lainnya, SS, berdasarkan informasi keluarga mengalami pembacokan di depan RS DKH saat tengah mengendarai sepeda motor.

Staf bidang kesiswaan SMKN 1 Pertanian Sukabumi, Asmi, mengatakan kedua siswa tersebut mengalami pembacokan di lokasi berbeda setelah pulang sekolah.

“Kalau informasi yang saya dapat, mereka dicegat dan kejadiannya beda tempat,” ujarnya.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT