Sukabumi Update

Diguyur Hujan Lebat, Rumah 3 Lantai di Cisaat Ambruk Bertahap Mengancam Warga

Kondisi rumah tiga lantai di Cisaat Sukabumi yang terdampak longsor secara bertahap. (Sumber: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah rumah tiga lantai di Kampung Ciapuh Pasir, Jalan KH Sanusi Gang Cemara RT 049 RW 021, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, ambruk secara bertahap setelah fondasinya longsor akibat hujan deras.

Peristiwa tersebut terjadi dalam tiga kali longsoran sejak Jumat (8/5/2026) hingga Minggu malam (10/5/2026) dan menyebabkan sejumlah warga di sekitar lokasi harus diungsikan.

Ketua RT 049/RW 021, Iman Kurnia mengatakan, kejadian bermula saat fondasi bagian bawah bangunan roboh pada Jumat menjelang Magrib. Setelah dilakukan pengecekan, warga khawatir bagian atas bangunan ikut ambruk sehingga penghuni rumah di sekitar lokasi langsung dievakuasi.

“Jadi yang pertama itu yang roboh fondasi bawah. Setelah Magrib pas waktu azan, setelah kita survei ternyata dikhawatirkan yang di atas roboh lagi, makanya kita ungsikan rumah yang di bawahnya yaitu rumah Ma Ikah dan rumah Ma Otih,” ujar Iman saat ditemui sukabumiupdate.com, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Tindak Lanjut Banjir Caringin-Cidahu, Wabup Sukabumi Rumuskan Solusi Drainase dan Sampah

Kekhawatiran warga terbukti pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB ketika bagian kiri bangunan kembali roboh. Longsoran ketiga kemudian terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 23.30 WIB saat bagian lantai tiga bangunan ambruk.

Iman menjelaskan, bangunan tersebut memiliki tiga lantai yang dibangun secara bertahap sehingga dinilai tidak memiliki kekuatan struktur yang memadai setelah fondasi bagian bawah longsor diterjang air hujan.

“Bangunannya ada tiga lantai tapi bertahap membangunnya, jadi tidak sekaligus dari bawah. Setelah fondasinya roboh sudah tidak ada kekuatan lagi,” katanya.

Menurut dia, hujan deras menjadi salah satu penyebab utama longsornya fondasi bangunan yang diperkirakan telah berusia lebih dari 30 tahun.

“Waktu kejadian memang ada hujan, fondasinya tergerus air. Bangunannya juga memang sudah agak tua,” ucapnya.

Sedikitnya tiga rumah terdampak dan terancam longsoran susulan. Warga yang tinggal di sekitar lokasi pun diungsikan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Ada tiga rumah yang terancam. Semuanya kita ungsikan karena memang sangat rawan,” jelas Iman. 

Baca Juga: MBG Stop Sementara, Pasca Sidak BGN: SPPG Margaluyu Sagaranten Perbaiki Fasilitas

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Penghuni rumah yang roboh telah lebih dulu dievakuasi setelah longsoran pertama terjadi.

“Alhamdulillah tidak ada korban karena dari awal sudah kita antisipasi dan warga yang dekat lokasi langsung diungsikan,” ungkapnya.

Selain merusak bangunan, material longsoran juga menutup akses gang yang biasa digunakan warga menuju fasilitas MCK umum. Untuk sementara, akses warga dialihkan melalui area kebun di sekitar lokasi.

Iman menambahkan, pihaknya belum berani membersihkan material longsor karena masih ada bagian bangunan yang berpotensi roboh. Warga pun telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi, pemerintah desa, kecamatan, hingga pihak kepolisian.

“BPBD sudah menjanjikan akan membantu merobohkan sisa bangunan yang masih mengkhawatirkan,” katanya.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Pelaku Rudapaksa Remaja Berkebutuhan Khusus di Sukabumi Masuk Sel Polisi

Sementara itu, pemilik rumah, Erwan Siswana (60), mengatakan rumah tersebut dibeli pada 2015 dan selama ini ditempati kerabatnya. Ia mengaku tidak menyangka bangunan tersebut mengalami kerusakan parah hingga ambruk.

“Kalau mengenai bangunan dari dulu memang sudah kondisi seperti itu. Mungkin sekarang sudah tidak dipakai lagi dan minta bantuan BPBD supaya sekalian diratakan saja karena kondisinya sangat mengkhawatirkan,” ujar Erwan.

Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp80 juta hingga Rp100 juta. Selain itu, rumah warga terdampak juga mengalami kerusakan pada bagian atap dan material bangunan akibat tertimpa reruntuhan.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT