Sukabumi Update

Jalan Rusak Diduga Jadi Penyebab Desa Sukajaya Sukabumi Belum Tersentuh MBG

Ilustrasi kondisi jalan rusak yang menjadi penyebab program MBG belum menyentu8h masyarakat Desa Sukajaya, Pabuaran, Sukabumi. (Sumber: Ilustrasi AI)

SUKABUMIUPDATE.com – Buruknya kondisi infrastruktur jalan disebut menjadi penyebab utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum menjangkau Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, meski program tersebut telah diluncurkan secara nasional sejak 6 Januari 2025.

Warga menilai akses jalan yang rusak parah membuat distribusi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sulit dilakukan ke wilayah mereka. Hingga kini, para pelajar dan masyarakat yang masuk kategori penerima manfaat di Desa Sukajaya belum pernah menerima bantuan makanan bergizi gratis dari pemerintah.

“Padahal di desa tetangga sudah ada dapur SPPG, tapi di Sukajaya belum tersentuh sama sekali. Kasihan anak-anak sekolah di sini,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Ketika Film “Pesta Babi” Diputar di Kota Sukabumi, Ruang Itu Mendadak Sunyi

Menurutnya, akses menuju Desa Sukajaya cukup berat karena banyak ruas jalan kabupaten dalam kondisi rusak, dipenuhi tanjakan dan turunan yang menyulitkan kendaraan pengangkut makanan.

“Kalau lewat Desa Bojong Kecamatan Kalibunder memang jalannya lumayan, tapi di sana juga belum ada dapur SPPG. Jadi distribusi masih terkendala,” katanya.

Kondisi jalan di Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.Kondisi jalan di Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.

Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, membenarkan bahwa faktor infrastruktur jalan menjadi kendala utama belum masuknya Program MBG ke wilayahnya.

“Memang benar Program MBG belum masuk ke Desa Sukajaya. Kendalanya akses jalan menuju wilayah kami cukup berat. Ada SPPG di Desa Ciwalat, tapi jalan kabupaten rusak parah, banyak turunan dan tanjakan,” ujar Ade Firman kepada Sukabumiupdate.com.

Ia menilai solusi paling efektif agar program tersebut dapat berjalan adalah dengan membangun dapur SPPG langsung di Desa Sukajaya sehingga distribusi makanan tidak lagi terkendala medan jalan.

Baca Juga: Larangan Pawai Samenan di Cicantayan Diprotes Warganet, Sebut Sudah Jadi Tradisi

“Solusinya harus ada dapur SPPG di Desa Sukajaya supaya distribusi lebih mudah dan program bisa segera dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Ade Firman menjelaskan, jumlah calon penerima manfaat Program MBG di Desa Sukajaya mencapai sekitar 1.300 orang yang terdiri dari siswa PAUD/TK, SD/MI, SMP, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

Menurutnya, kondisi Desa Sukajaya yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga menjadi alasan perlunya perhatian khusus dari pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dan pemerataan program sosial.

“Wilayah Desa Sukajaya juga termasuk kategori 3T, jadi memang perlu perhatian khusus dari pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT