Sukabumi Update

Perjuangan di Jalan Rusak, Cerita Ambulans Desa di Sukabumi Evakuasi Ibu Melahirkan

Kondisi jalan rusak di Kampung Cipicung, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, yang menyulitkan akses ambulans desa saat membawa pasien. (Sumber : Screenshot Video Facebook/@Riesma Lemoett).

SUKABUMIUPDATE.com - Perjuangan berat harus dihadapi sopir ambulans desa di Kabupaten Sukabumi akibat buruknya akses infrastruktur. Tak hanya jalan kabupaten, jalan pedesaan pun kini dalam kondisi yang memprihatinkan dan menyulitkan proses evakuasi warga yang sakit.

Peristiwa nyata dialami warga Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (15/5/2026). Sekira pukul 09.00 WIB, sebuah ambulans desa yang tengah mengevakuasi seorang ibu hendak melahirkan menuju RSUD Jampangkulon terpaksa melintasi jalur Jampangkulon–Cikaso via Kalibunder dengan kondisi jalan yang rusak parah.

Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan ambulans desa harus melewati jalan rusak parah di Kampung Cipicung akibat dampak pergerakan tanah yang terjadi pada 2024 lalu.

Baca Juga: Meninggal di Gunung Rinjani, Pendaki Asal Sukabumi Dimakamkan di Kampung Halaman

“Betul, ambulans desa membawa ibu yang akan dirujuk ke rumah sakit. Kondisi jalan desa di Kampung Cipicung rusak parah, terutama di tanjakan sepanjang kurang lebih 100 meter akibat bencana pergerakan tanah,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (15/05/2026).

Menurut Ade, jalan tersebut sebenarnya sempat diaspal pada tahun 2023. Namun, sayangnya kerusakan kembali terjadi setelah bencana longsor pada Desember 2024 dan membuat jalan rusak.

“Awalnya jalan itu sama sekali tidak bisa dilewati karena longsor. Sekarang sudah bisa dilalui setelah ditangani menggunakan alat berat dan pengerasan jalan, tapi tetap harus bersusah payah,” katanya.

Baca Juga: Terjatuh ke Septic Tank, Warga Jampangtengah Meninggal Diduga Akibat Luka Infeksi Berat

Ia menambahkan, pemerintah desa belum mampu melakukan pengaspalan kembali karena keterbatasan anggaran desa.

“Kalau melihat kondisi anggaran desa saat ini, kemungkinan belum ada penanganan dalam waktu dekat. Kami hanya menunggu realisasi janji Gubernur Jawa Barat pak KDM yang katanya akan membantu pembangunan jalan desa dari Pemprov Jawa Barat. Mudah-mudahan tahun depan bisa dibeton,” ucapnya.

Meski akses jalan cukup sulit dilalui, Ade memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan ibu bersama bayinya dalam kondisi selamat. “Alhamdulillah ibu dan anak dalam kondisi selamat,” pungkasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT