SUKABUMIUPDATE.com – Pemandian alam Leuwi Kopo di aliran Sungai Cicurug, Kampung Gandawati, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi memakan korban. Seorang balita laki-laki berusia 4 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala Desa Cidahu, Wahyu Hidayat yang akrab disapa Joy membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, lokasi wisata alam itu saat ini sudah tidak memiliki pengelola meski masih ramai dikunjungi masyarakat.
“Kami lihat di media sosial memang ada korban yang tenggelam hari Minggu sekitar pukul 16.00 WIB, seorang balita,” ujar Joy kepada Sukabumiupdate.com.
Joy menjelaskan, Leuwi Kopo sempat dikelola oleh komunitas pada tahun 2021. Namun, pengelolaan tersebut kini sudah tidak berjalan sehingga tidak ada pengawasan resmi di area pemandian alami itu.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Bantarpeteuy, Marsono. Ia menuturkan, korban datang bersama ibunya dan sejumlah kerabat untuk botraman di sekitar lokasi wisata alam tersebut.
Baca Juga: OTW Hattrick Gelar Juara, Persib Bandung Siap Catatkan Sejarah
“Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB. Balita laki-laki usia 4 tahun datang bersama ibunya dan teman-temannya untuk botraman. Saat botraman, tidak tahu anaknya sudah turun ke air,” kata Marsono.
Menurut dia, korban baru diketahui berada di dasar kolam setelah salah seorang pengunjung yang sedang berenang tidak sengaja menginjak kepala korban.
“Sekitar tiga atau empat detik ada yang berenang menginjak kepalanya di dasar kolam leuwi. Lalu dia naik dan memberi tahu temannya bahwa dia menginjak rambut. Temannya langsung turun dan mengangkat anak itu, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.
Marsono menambahkan, dalam satu bulan terakhir Leuwi Kopo kembali ramai dikunjungi warga, terutama saat akhir pekan. Pemerintah desa bersama aparat lingkungan sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan kepada para pengunjung karena lokasi tersebut tidak memiliki pengelola maupun petugas pengawas.
“Leuwi itu mulai ramai sekitar satu bulan terakhir. Kami sudah menyuruh dan menghimbau kepada warga dan pak RT di sana untuk memberikan kewaspadaan kepada pengunjung, karena memang pemandian alami itu tidak ada pengelolanya,” tandasnya.
Editor : Asep Awaludin