SUKABUMIUPDATE.com - Di balik kesejukan dan jernihnya air pemandian alam Leuwi Kopo, objek wisata di aliran Sungai Cicurug ini ternyata menyimpan bahaya jika pengunjung kurang waspada. Tempat wisata alam yang berlokasi di Kampung Gandawati, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi tersebut baru saja memakan korban jiwa.
Seorang balita laki-laki berusia 5 tahun asal Kampung Cimanggu Babakan RT 04/07, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi tersebut pada Minggu, 17 Mei 2026, di kedalaman 3 meter.
Warga setempat sekaligus pedagang yang setiap harinya menjajakan makanan dan minuman ringan di lokasi wisata, Hotimah (60 tahun), mengatakan dirinya baru tiba di lokasi usai shalat dzuhur untuk menggantikan suaminya berjualan. Saat tiba sekitar pukul 14.00 WIB, suasana di sekitar Leuwi Kopo sudah ramai karena ada anak yang hilang diduga tenggelam.
Baca Juga: Dari Kota Kelahirannya Sukabumi, Menghidupkan Kembali Jejak Ibu Sud di Panggung Teater
“Pas saya datang sudah ramai, katanya ada anak laki-laki usia sekitar empat tahunan hilang, pakai baju warna kuning. Neneknya juga sempat nanya ke saya lihat anak enggak yang pakai baju kuning, Saya bilang tidak melihat, saya juga minta ditunjukkan fotonya supaya lebih mudah mengenali, tapi katanya fotonya tidak ada,” ujar Hotimah kepada Sukabumiupdate.com, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, warga di lokasi Wisata Leuwi Kopo kemudian panik melakukan pencarian di sekitar Leuwi. Karena khawatir terjadi sesuatu, Hotimah lalu meminta sejumlah anak termasuk anaknya yang berada di lokasi untuk membantu mencari korban di dalam air.
Saat itu anaknya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD datang ke lokasi. Karena bisa berenang, anaknya diminta membantu mencari korban hingga menyelam ke dasar Leuwi.
Baca Juga: Balita Tewas Tenggelam di Pemandian Leuwi Kopo Sukabumi, Polisi: Diduga Faktor Kelalaian
“Anak saya sempat menyelam dan melihat benda mencurigakan di dasar air, tapi kayaknya dia takut menyentuhnya lalu naik lagi ke permukaan,” katanya.
Tak lama kemudian, dua keponakannya yang masih duduk di bangku SMP kelas dua dan kelas tiga ikut datang membantu pencarian. Mereka kemudian diminta menyelam di titik awal yang dicurigai oleh anak Hotimah.
“Pas dicek lagi ternyata benar itu korban. Pertama yang kelihatan bajunya dulu. Korban ditemukan di kedalaman sekitar tiga meter lalu langsung diangkat bertiga ke pinggir leuwi,” ungkapnya.
Baca Juga: Momen Wali Kota Sukabumi Naik Kuda saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bandung
Meski sebelumnya sudah dipastikan mereka bisa berenang. Hotimah juga akhirnya mengaku merasa bersalah karena anak-anak tersebut ikut membantu pencarian.
Setelah berhasil dievakuasi ke tepi sungai oleh pelajar yang ikut membantu menyelam, warga langsung melakukan pertolongan pertama. Namun sayang saat ditemukan dan dibawa kepermukaan kondisi korban sudah tidak bernapas.
“Diperkirakan korban ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB,” tambahnya.
Warga menduga korban awalnya bermain di area dangkal yang biasa digunakan anak-anak untuk berenang. Namun karena kondisi lokasi yang ramai dipenuhi pengunjung dewasa maupun anak-anak, korban diduga terbawa arus kerumunan hingga masuk ke area yang lebih dalam.
Baca Juga: Sempat Dikira Mayat, Perempuan Warga Kabandungan Pulang Paksa dari RSUD Sekarwangi
Sementara itu, Kepala Dusun Bantarpeuteuy, Yadi mengatakan pihak desa bersama tokoh masyarakat telah berkoordinasi menyikapi insiden tersebut. Untuk sementara waktu, pemandian alam Leuwi Kopo akan ditutup.
Yadu menjelaskan bahwa lokasi tersebut selama ini merupakan wisata yang belum memiliki pengelola maupun penanggung jawab resmi.
Ia juga menuturkan, sebelumnya pihaknya juga sudah beberapa kali mengingatkan bahwa lokasi tersebut rawan, namun imbauan tersebut tidak sepenuhnya diikuti masyarakat.
“Setelah komunikasi dan koordinasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat, sementara pemandian akan ditutup dulu sampai nanti ada yang sanggup mengelola, terutama dari segi keamanan dan pemantauan pengunjung,” pungkas Yadi.
Editor : Ikbal Juliansyah