SUKABUMIUPDATE.com - Sapi kurban bantuan kemasyarakatan (Banmas) dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk masyarakat Kota Sukabumi dipastikan dalam kondisi sehat dengan bobot mencapai 1 ton 170 kilogram. Sapi jenis Simental bernama “Predator” tersebut rencananya akan dipotong di Pondok Pesantren Cigunung saat Hari Raya Idul Adha 2026.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan bantuan sapi kurban dari Presiden tahun ini berjumlah satu ekor dan rutin diberikan setiap tahun secara bergiliran di lokasi berbeda.
“Itu rutin setiap tahun dan bergiliran. Waktu tahun pertama saya menjabat itu di Babakan Muncang, Ciaul. Sekarang pindah ke Cigunung,” kata Ayep
Baca Juga: Wajib Pakai Nomor HP, Komdigi Siapkan Aturan Baru Akun Media Sosial
Ayep menyebut kondisi sapi sangat sehat dengan pola makan yang dijaga setiap hari. Bahkan, sapi tersebut menghabiskan pakan hingga 90 kilogram per hari.
“Kesehatan cukup sehat. Makan satu harinya tiga kali, satu kali makan 30 kilo, sampai 90 kilo. Dan dia terus mempertahankan berat badannya, kemungkinan juga konsisten ada kenaikan setiap harinya,” ujarnya.
Pemilik lapak, Tisa Dera, mengaku bersyukur karena sapi miliknya kembali dipilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden untuk masyarakat Kota Sukabumi. Menurutnya, pihaknya telah beberapa tahun terakhir dipercaya menjadi salah satu penyuplai hewan kurban Presiden.
Baca Juga: 2 Karung Bungkus Kabel dan MCB Ditemukan di Hutan Cipeucang Sukabumi
“Alhamdulillah pada tahun ini kami diberikan kesempatan, sapi kami dipilih kembali oleh Bapak Presiden Prabowo untuk menjadi salah satu Banmas-nya di Kota Sukabumi. Semoga menjadi sapi yang membawa manfaat untuk masyarakat Sukabumi khususnya,” ujar Tisa.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan kepercayaan dari tahun ke tahun menjadi salah satu penyuplai. Salah satu ya, banyak sekali memang Bapak ini pesan hewan kurban tapi kami salah satunya, sudah bertahun-tahun alhamdulillah,” lanjutnya.
Menurut Tisa, sapi bernama Predator itu berusia lebih dari tiga tahun dan dinilai layak untuk kurban. Nama Predator dipilih karena sesuai dengan postur tubuh sapi yang besar dan gagah. “Namanya ini Predator. Biar lebih gagah ya namanya, sesuai dengan perawakannya,” katanya.
Baca Juga: SALAH: Klaim Vaksin Campak Rubella Bisa Membuat Anak Menjadi Autis
Ia menjelaskan, kondisi kesehatan sapi terus dipantau oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi agar memenuhi syarat kurban.
“Kelebihannya tentunya sapi ini sehat sesuai dengan syariat ya. Sehat, tidak ada cacat. Pihak Dinas Peternakan juga selalu update kesehatannya, feses dan segala rupanya dicek. Jadi insyaallah yang utamanya adalah ini sehat,” ucapnya.
Tisa berharap sapi dengan bobot besar tersebut bisa memberi manfaat lebih banyak bagi masyarakat Sukabumi. “Dan kalau bobot yang besar insyaallah supaya lebih manfaatnya lebih banyak aja,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Desak Israel Bebaskan Semua Delegasi Kemanusiaan, Termasuk 4 Jurnalis Indonesia
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Sukabumi Adrian Hariadi memastikan sapi bantuan Presiden terus dipantau kesehatannya, termasuk perkembangan bobot dan pola makan menjelang Iduladha.
“Alhamdulillah kita monitor terus setiap hari untuk kesehatan, termasuk juga makanannya. Kita berharap nanti pas Iduladha ada peningkatan berat ya, termasuk juga insyaallah sehat,” kata Adrian.
Menurut Adrian, sapi tersebut awalnya berbobot sekitar 1.130 kilogram dan kini meningkat menjadi 1 ton 170 kilogram.
Baca Juga: Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban Saat Idul Adha
“Setiap hari ada penambahan bobot ya, karena memang terus diberikan makanan, makanannya cukup banyak juga,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum dibeli oleh Sekretariat Presiden, sapi tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan mulai dari bobot di atas satu ton hingga kondisi kesehatan yang layak.
“Pertama ya sapinya harus bobotnya di atas 1 ton, kondisinya sehat, nah terus dilihat, disurvei ke sini dan layak,” tandasnya.
Editor : Fitriansyah