Sukabumi Update

BGN Semprot SPPG usai MBG Dirapel 5 Hari di Hegarmanah Sagaranten

Wakil Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur MBG di Sukabumi. | Foto : sidakbgn

SUKABUMIUPDATE.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Sagaranten Hegarmanah 002, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan setelah ditemukan penyaluran makanan yang dirapel sekaligus untuk lima hari kepada penerima manfaat.

Temuan tersebut disampaikan Wakil Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur MBG di Sukabumi.

Nanik mengaku awalnya hendak kembali usai melakukan sidak di empat dapur MBG. Namun, tim kemudian berhenti di SPPG Sagaranten Hegarmanah 002 untuk melakukan peninjauan.

Saat menelusuri area persiapan, ia melihat sejumlah petugas tengah melakukan pengemasan buah dalam jumlah cukup banyak. Kondisi tersebut membuatnya bertanya apakah paket tersebut disiapkan untuk kebutuhan satu hari penerima manfaat kelompok 3B.

“Dijawab oleh mitra dan Kepala SPPG, itu untuk rapel lima hari,” ujar Nanik seperti dalam video yang diunggah baru-baru ini.

Temuan itu langsung mendapat perhatian serius dari pihak BGN. Menurutnya, tidak ada petunjuk teknis (juknis) yang mengatur penyaluran menu MBG dirapel hingga lima hari.

Ia menegaskan, penyaluran rapel paling banyak hanya dilakukan untuk dua hari.

“Tidak pernah ada juknis menu rapel lima hari, paling banter dua hari. Ini membuat keputusan sendiri,” katanya.

Baca Juga: Misteri Bocah Perempuan Berpakaian Putih yang Bikin Geger RSUD Palabuhanratu

Selain menyoroti penyaluran MBG yang dirapel, Nanik juga menemukan sejumlah catatan lain dalam pelaksanaan program di lokasi tersebut.

Ia menyoroti penggunaan roti dari produk pabrikan besar yang dinilai tidak sejalan dengan semangat Program MBG untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan koperasi, BUMDes, UMKM, petani, dan peternak sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.

Menurutnya, penggunaan produk lokal perlu diperkuat agar tujuan program tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sidak itu, Nanik juga mendapati menu burger yang disiapkan untuk penerima manfaat. Namun, ia mengingatkan agar menu seperti itu tidak terlalu sering disajikan dan tetap mengutamakan makanan lokal sebagai menu harian.

BGN pun meminta agar tata kelola penyaluran MBG di SPPG Sagaranten Hegarmanah 002 dibenahi, termasuk sistem distribusi dan pengelolaan pelaksanaan program agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT