Sukabumi Update

Pusat di Darat, Gempa Dangkal M2,6 Getarkan Nagrak Sukabumi

Episenter gempa magnitudo 2,6 yang terjadi pada Selasa sore, 19 Mei 2026 pukul 17.50 WIB. (Sumber Foto: BMKG)

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo M2,6 terjadi di wilayah Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa sore, 19 Mei 2026 pukul 17.50 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.88 LS dan 106.81 BT. Secara spesifik, pusat gempa berada di darat pada jarak 13 kilometer Barat Laut Kota Sukabumi, dengan kedalaman hiposenter yang cukup dangkal, yakni 12 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, menjelaskan bahwa jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini murni merupakan jenis gempa bumi dangkal.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di wilayah setempat," ujar Hartanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Adu Banteng PCX vs Elf di Purabaya Sukabumi, Pemotor Dilarikan ke RS

Berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat, guncangan gempa bumi ini dirasakan cukup nyata di wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dengan Skala Intensitas II - III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata oleh orang di dalam rumah, di mana rasanya seakan-akan ada truk besar yang sedang berlalu. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan masuk mengenai kerusakan bangunan atau fasilitas umum sebagai dampak dari guncangan gempa tersebut.

Pihak BMKG terus melakukan pemantauan ketat pasca-guncangan terjadi. Hingga pukul 18.12 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan situasi yang relatif aman.

"Hasil monitoring kami belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," tambah Hartanto.

Masyarakat Sukabumi dan sekitarnya diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG juga mengingatkan agar publik memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG, seperti akun sosial media @infoBMKG, website resmi, atau melalui aplikasi Mobile Apps infoBMKG.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT