Sukabumi Update

Info Terbaru Tol Jagoratu, Dari Bocimi ke Palabuhanratu: Pemkab Sukabumi Tunggu Investor

Ilustrasi AI. Tol menuju Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi: Tol Jagoratu (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan informasi terbaru terkait rencana pembangunan tol Palabuhanratu atau yang dikenal dengan Tol Jagoratu (Jakarta-Bogor-Palabuhanratu). Pemda berharap ada investor yang turun tangan untuk membangun tol sepanjang kurang lebih 34 kilometer tersebut.

Ternyata tol dari wilayah Cibadak (Tol Bocimi seksi II) ke Palabuhanratu ini termasuk salah satu yang proyek infrastruktur yang pembangunannya ditunda oleh pemerintah pusat. Rencana mulai pembangunan di tahun 2025, batal karena adanya pergeseran fokus anggaran pemerintah era Prabowo Subianto.

Pemda Sukabumi berharap ada investor tertarik untuk merealisasikan infrastruktur yang memiliki potensi ekonomi tinggi, karena menjadi akses utama ke wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman usai mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Alun - alun Palabuhanratu, pada Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Pemain Persib, Frans Putros Masuk Skuad Irak untuk Piala Dunia 2026

Menurutnya, dengan adanya keberadaan tol hingga Palabuhanratu diyakini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan investasi di Sukabumi bagian selatan. Pemerintah pusat lanjut Ade, saat ini fokus pada penyelesaian tol bocimi, menuju Cianjur hingga ke Bandung Barat dan Bandung.

"Konsep dari pusat itu menyelesaikan dulu sampai Sukabumi sesi 3. Setelah sesi 3, menyelesaikan sesi 4. Itu kemungkinan besar ada yang ke Bandung," ujar Ade Suryaman, pada sukabumiuodate.com.

Untuk tol Jagoratu, pembangunan nya bisa dimulai dengan dukungan investor. Menurut Ade untuk jalur menuju Palabuhanratu, Pemkab Sukabumi berharap ada dukungan dari investor atau pengembang swasta yang tertarik melihat besarnya potensi wilayah Kabupaten Sukabumi selatan.

Baca Juga: Wargi Sukabumi Niat Beli Motor Bekas? Simak Tips dan Ciri Kendaraan Pernah Turun Mesin

Menurut Ade, akses tol menuju kawasan wisata dan pesisir selatan akan membuka peluang besar bagi sektor pariwisata, perdagangan, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru. "Yang untuk Palabuhanratu, kita mengharapkan dengan adanya jalan tol ke Palabuhanratu pasti akan ramai. Siapa tahu ada pengembang dari swasta, karena potensi Kabupaten Sukabumi wilayah selatan itu bagus dan bisa dibangun," pungkasnya.

Jagoratu Jaman Jokowi

Rencana pembangunan Tol Jagoratu dimulai era Presiden Jokowi pada tahun 2022. Saat itu pemerintah pusat berencana mempercepat pembangunan akses tol menuju wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi khususnya Palabuhanratu dari tahun 2035 ke 2025.

Saat itu (tahun 2022) namanya adalah Tol Cibadak-Palabuhanratu (Cibaratu). Dalam rapat di pendopo Sukabumi, Staf Ahli Bupati Sukabumi Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Bambang Widyantoro saat itu (2022), menjelaskan bahwa rencana tol palabuhanratu sedang tahap penyusunan AMDAL. 

Baca Juga: Lagu Rindu Purnama hingga Memanen Cinta Warnai Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda

Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat itu membantu sisi perencanaan tata ruang. Sementara terkait skema KPBU, akan dilaksanakan melalui tender konsesi pengelolaan jalan tol dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

Selain dalam rangka peningkatan aksesibilitas ke wilayah selatan yang memiliki potensi unggulan sektor pariwisata, pertanian, dan kelautan, juga akan sinergi dengan proyek strategis nasional di Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam Perpres 87 Tahun 2021. Pada Agustus 2022, Kementerian PUPR melalui BPJT mulai melakukan sosialisasi rencana pembangunan Jalan Tol Cibaratu. 

Tol ini rencananya akan membentang di 19 desa yang berada di lima kecamatan di Kabupaten Sukabumi yakni Nagrak, Cibadak, Warungkiara, Bantargadung, dan Palabuhanratu. Gambaran pembangunan jalan tol yang akan dilaksanakan yaitu eksisting mulai Cibadak, simpang susun di Warungkiara, simpang susun di Bantargadung, dan Junction Palabuhanratu serta exit di Palabuhanratu dengan jarak kurang lebih 34 kilometer yang akan menyambung ke Provinsi Banten.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT