SUKABUMIUPDATE.com - Rencana pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di area lapang voli Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, ramai diperbincangkan warga di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Unggahan mengenai pembangunan gedung di area fasilitas olahraga tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga kekhawatiran hilangnya sarana olahraga yang selama ini digunakan warga.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Nagrak Selatan, Tutang Sutiawan mengatakan perbincangan di media sosial mulai muncul setelah aktivitas pembangunan dilakukan di lokasi tersebut.
“Nah, munculnya di medsos itu setelah adanya aktivitas pembangunan,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Sabet Penghargaan Nasional, Pemprov Jabar Raih Predikat Penyelenggaraan Pemda Terbaik 2025
Tutang menjelaskan, sebelum pembangunan dimulai, pemerintah desa telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui RT dan RW setelah pelaksanaan musyawarah desa.
“Sampai hari ini tidak ada satupun yang datang ke desa untuk menyatakan keberatan,” katanya.
Ia juga menegaskan pemerintah desa terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi maupun meminta penjelasan secara langsung terkait pembangunan Gedung KDMP. “Kalau datang ke desa, semua akan saya terima,” ujarnya.
Menurut Tutang, pihaknya memahami kekhawatiran warga terkait kemungkinan berkurangnya fasilitas olahraga masyarakat. Namun ia memastikan fasilitas olahraga tetap dipertahankan dan tidak akan dihilangkan.
Ia menjelaskan, lapangan voli nantinya akan direlokasi ke area lapang basket yang berada di sebelah lokasi pembangunan dan akan kembali ditata agar tetap nyaman digunakan masyarakat.
Baca Juga: SPMB Jabar 2026: Tanpa Jalur Zonasi, Ini Jadwal dan Syarat Daftar Sekolah Maung di Sukabumi
“Kita akan tata, dipasang jaring pengaman bola, panggung untuk kreasi juga kita siapkan kembali,” ujarnya.
Penataan fasilitas olahraga tersebut, lanjut Tutang, akan dilakukan secara bertahap menggunakan anggaran dana desa. “Kalaupun tidak cukup anggaran di tahun 2026, kita lanjut di tahun 2027,” katanya.
Terkait kritik yang muncul di media sosial, Tutang mengaku hal tersebut merupakan bagian dari risiko sebagai seorang pemimpin.
“Mau dibully, mau dikritik, silakan. Itu sudah menjadi risiko,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah desa tidak memiliki niat untuk menghilangkan fasilitas olahraga milik masyarakat.
“Tidak ada satupun niat pemerintah desa menghilangkan fasilitas umum olahraga,” katanya.
Ia juga memastikan pembangunan Gedung KDMP ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Editor : Asep Awaludin