SUKABUMIUPDATE.com - Setelah sempat terkatung-katung dan menuai sorotan tajam akibat mangkrak, proyek pembangunan duplikasi Jembatan Cipamuruyan di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya memasuki babak akhir.
Pantauan di lapangan hingga Kamis (21/5/2026), akses jembatan baru di jalur nadi nasional Sukabumi–Bogor tersebut kini sudah selesai diaspal mulus. Namun, fasilitas ini belum dibuka untuk kendaraan umum karena masih harus melewati serangkaian prosedur uji kelaikan teknis.
Sebagai catatan, megaproyek di bawah Kementerian PU ini sejatinya sudah bergulir sejak tahun 2022, namun sempat mangkrak dan mengalami mati suri disinyalir akibat berbagai kendala teknis dan finansial dari pihak kontraktor terdahulu. Keterlambatan bertahun-tahun ini sempat menjadi biang kerok kemacetan horor yang dikeluhkan jutaan pengendara setiap harinya.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Jawa Barat, Muhammad Maulana, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan percepatan sejak 22 Desember 2025, progres fisik pembangunan saat ini telah mencapai lebih dari 95 persen.
“Sekarang sebelum ini (jembatan) dibuka, kita masih proses perapihan dan masih melakukan re-check untuk laik fungsi jembatannya,” ujar Maulana kepada sukabumiupdate.com di lokasi.
Baca Juga: Mangkrak Sejak 2022, Proyek Duplikasi Jembatan Pamuruyan Sukabumi Berlanjut 2026
Maulana merinci, sisa pekerjaan yang sekitar lima persen tersebut meliputi kelengkapan fasilitas jembatan, seperti pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Pihaknya ingin memastikan bahwa jembatan baru ini benar-benar aman sebelum dilintasi kendaraan.
“Secara proses keseluruhan sudah lebih dari 95 persen. Yang lima persen tinggal perapihan dan pengecekan kembali supaya kita pastikan jembatan memenuhi kaidah keselamatan jalan,” ungkapnya.
Agenda uji laik fungsi sendiri direncanakan bakal berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 mendatang. Dalam proses tersebut, tim ahli dan konsultan teknis akan melakukan pengujian ketat dengan membandingkan hasil riil di lapangan dengan desain awal pembangunan, termasuk melakukan uji beban (loading test).
Guna mengoptimalkan operasional, pihak Satker PJN juga berencana menggandeng sejumlah instansi terkait, mulai dari Satlantas Polres Sukabumi hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. Langkah itu dilakukan agar keputusan operasional jembatan dilakukan bersama-sama dan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan.
“Alangkah baiknya kita buka setelah duduk bersama dengan instansi terkait. Jadi kalau ada masukan atau hal yang perlu diperbaiki masih bisa disempurnakan bersama,” jelas Maulana.
Baca Juga: Kades Nagrak Selatan Janji Kembangkan Kawasan Olahraga Meski Ada Proyek KDMP
Jika sudah resmi dioperasikan, lanjut Maulana, keberadaan jembatan baru ini akan mengubah skema arus lalu lintas di jalur utama Sukabumi-Bogor untuk mengurai kepadatan yang kerap terjadi di kawasan Pamuruyan.
"Arus kendaraan dari arah Sukabumi nantinya tetap menggunakan jembatan lama. Sementara kendaraan dari arah Bogor direncanakan melintas melalui jembatan baru," tuturnya.
Maulana menambahkan, pihak kementerian PU tidak mengagendakan acara seremoni peresmian khusus untuk pembukaan jembatan ini. Baginya, rampungnya proyek ini menjadi bentuk rasa syukur terdalam karena seluruh proses konstruksi berhasil berjalan tanpa ada kecelakaan kerja.
“Alhamdulillah selama pelaksanaan zero accident. Tidak ada kecelakaan kerja. Kami juga berterima kasih atas dukungan masyarakat sekitar Pamuruyan,” ujarnya.
Ia berharap, beroperasinya duplikasi Jembatan Pamuruyan ini dapat menjadi solusi efektif dalam membagi beban arus kendaraan di jalur nasional, sehingga titik kemacetan klasik di Cibadak bisa segera teratasi.
“Harapannya jembatan ini bisa berfungsi dengan baik untuk membagi arus lalu lintas dan tidak menyebabkan kemacetan,” pungkasnya.
Editor : Denis Febrian