Sukabumi Update

Gandeng Pemda dan Kemendes PDTT, UMMI Perkuat Program OVOD untuk Dorong Kemandirian Desa di Sukabumi

Sarasehan Program One Village One Department (OVOD) di Auditorium UMMI, Selasa (19/5/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menyelenggarakan Saresehan Program One Village One Department (OVOD) di Auditorium UMMI, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antarsektor guna mengakselerasi peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah desa se-Kabupaten Sukabumi, para pendamping desa, serta sejumlah narasumber. Di antaranya M. Lukman Thamrin, S.T., Analis Kebijakan Ahli Muda Kemendes PDTT, Adi Gumbara Putra, S.Pi., M.Si., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Sukabumi, Yan Yan Setiawan, S.P., M.E., Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Kabupaten Sukabumi, serta Koordinator Pendamping Kabupaten Sukabumi, Asep Saepul Bahri.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMI, Dr. Jujun Ratnasari, M.Si., menjelaskan program OVOD yang digagas sejak 2025 dirancang agar kontribusi akademisi di desa tidak bersifat sementara.

“Dengan OVOD ini diharapkan programnya terus berlanjut di desa atau lokus yang sama sehingga memberikan dampak nyata dan mendorong pengembangan desa,” ujarnya.

Baca Juga: Nobar Persib vs Persijap di Ciracap Diprediksi Ramai, Bobotoh Akan Konvoi ke Surade

Ia menambahkan, pada Juli mendatang sebanyak 720 mahasiswa KKN akan diterjunkan untuk mendukung keberlanjutan program OVOD di sejumlah desa di Kabupaten Sukabumi. Fokus program meliputi penanganan stunting, kesehatan masyarakat, hingga pengelolaan sampah.

Sementara itu, Rektor UMMI, Dr. Reny Sukmawani, M.P., menegaskan komitmen kampus dalam mengawal program tersebut agar memberi dampak terukur bagi masyarakat sekaligus mendukung indikator kinerja perguruan tinggi yang baru.

Menurutnya, inovasi yang lahir dari perguruan tinggi harus berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) serta memiliki keberlanjutan.

“Kami ingin memberikan dampak nyata yang berkelanjutan melalui program desa binaan. Ternyata inisiasi ini sejalan dengan program dari kementerian,” katanya.

Reny juga mengungkapkan, UMMI telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Desa terkait penguatan program OVOD. Menteri Desa dijadwalkan hadir pada Sidang Senat Milad UMMI pada 12 Juni mendatang untuk memberikan orasi ilmiah sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) resmi mengenai program tersebut.

Baca Juga: Pakai Mesin, Aktivitas Tambang di Cibungur Lengkong Dinilai Ancam Ekosistem Sungai Cikaso

Apresiasi turut disampaikan Analis Kebijakan Ahli Muda Kemendes PDTT, M. Lukman Thamrin, S.T. Ia menilai langkah UMMI sangat progresif dan inovatif dalam mendorong kemandirian desa bahkan sebelum penandatanganan MoU tingkat pusat dilakukan.

Menurutnya, program OVOD memiliki ruang besar untuk mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya pada prioritas pembangunan desa untuk pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Saresehan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun nota kesepahaman antara ketua program studi (kaprodi) di UMMI, kepala desa, dan pendamping desa. Langkah itu dilakukan agar seluruh program kerja di 22 desa lokus OVOD dapat terintegrasi langsung ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).(adv)

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT