Sukabumi Update

Sinergi OVOD UMMI, Bapperida Dorong Pembangunan Desa di Sukabumi Berbasis Kolaborasi Keilmuan

Kabid Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Sukabumi Adi Gumbara Putra (kanan) menjadi narasumber dalam Sarasehan Program OVOD UMMI. (Sumber Foto: Dok. UMMI)

SUKABUMIUPDATE.com - Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) sukses menyelenggarakan Sarasehan Program One Village One Department (OVOD) di Auditorium UMMI pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mengakselerasi peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Acara strategis bertajuk "Membangun Desa Melalui Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Masyarakat" ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan desa se-Kabupaten Sukabumi, para pendamping desa, serta sejumlah otoritas terkait.

Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi, Adi Gumbara Putra, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk komitmen total pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa berbasis kolaborasi.

Mewakili Kepala Bapperida Toha Wildan Athoilah dalam diskusi panel tersebut, Adi Gumbara memaparkan arah kebijakan daerah yang sejalan dengan inisiatif strategis UMMI. Ia menekankan bahwa pembangunan masa depan Kabupaten Sukabumi membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mengakar kuat.

"Sinergi itu bukan sekadar kata, melainkan kunci kemajuan kita bersama. Di samping itu, kami juga menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Sukabumi yang luas membutuhkan pendekatan penyelesaian masalah yang komprehensif. Oleh karenanya, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat adalah jawaban paling efektif atas berbagai tantangan geografis yang ada di daerah," ujar Adi.

Baca Juga: Gandeng Pemda dan Kemendes PDTT, UMMI Perkuat Program OVOD untuk Dorong Kemandirian Desa di Sukabumi

Pihak Bapperida menilai program OVOD yang diinisiasi oleh UMMI merupakan langkah konkrit yang sangat tepat sasaran. Melalui program ini, pemetaan dan pengoptimalan potensi spesifik di tiap desa dapat digali secara ilmiah melalui pendekatan riset, keilmuan, hingga praktik langsung di lapangan.

Lebih lanjut, Adi menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi secara langsung di tingkat desa memberikan jaminan mutu pada arah pembangunan daerah. Kampus tidak lagi menjadi menara gading, melainkan agen perubahan yang terjun langsung menyentuh masyarakat.

"Pelibatan perguruan tinggi secara langsung di tingkat desa ini memberikan jaminan bahwa masa depan Kabupaten Sukabumi dibangun di atas fondasi keahlian yang nyata serta harmoni yang tulus antar pemangku kepentingan," jelasnya menambahkan.

Melalui sinergi yang harmonis dengan institusi pendidikan seperti UMMI, Bapperida optimistis target klasterisasi desa mandiri dapat segera tercapai.

"Kita bisa memastikan setiap desa nantinya memiliki keunggulan dan inovasinya masing-masing untuk menyejahterakan masyarakat," pungkas Adi. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT