SUKABUMIUPDATE.com - Insiden banjir bandang di lokasi wisata alam Curug Cikaso, Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jumat 22 Meiu 2026, sekitar pukul 15.30 WIB mengerikan. Walau tak sampai merenggut korban jiwa dua pelajar nyaris kehilangan nyawa diseret arus yang datang tiba-tiba.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PPP Andri Hidayana, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terkait penanganan potensi bencana di semua lokasi wisata alam.
“Kejadian di Curug Cikaso harus menjadi perhatian serius. Alarm bagi pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Pariwisata, agar meningkatkan sistem mitigasi bencana di seluruh objek wisata alam,” tegasnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga: Ini Harga Tiket Timnas Indonesia untuk Duel Lawan Oman dan Mozambik
Andri menilai setiap objek wisata alam, khususnya berbasis wisata air perlu dilengkapi alat deteksi dini bencana banjir, agar kejadian seru bisa diantisipasi. Ia juga menilai keberadaan relawan dan petugas keselamatan seperti lifeguard maupun Balawista juga sangat penting.
“Relawan seperti lifeguard dan Balawista harus diperhatikan, baik dari sisi perlengkapan maupun kesejahteraannya. Beruntung dalam kejadian ini petugas sigap sehingga dua pelajar yang hanyut bisa diselamatkan,” katanya.
Andri menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi catatan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem keamanan dan kesiapsiagaan di kawasan wisata, terutama yang berada di sekitar aliran sungai dan air terjun.
Baca Juga: Pemotor Masuk Kolong Truk usai Salip Mobil Mogok di Cibadak, Warga Gotong Royong Evakuasi
“Hal-hal tidak terduga seperti banjir bandang harus diantisipasi sejak dini. Karena itu pemasangan alat deteksi dini di lokasi wisata sangat diperlukan demi keselamatan pengunjung,” pungkasnya.
Firasat Awan Hitam
Jumat petang, suasana santai objek wisata alam Curug Cikaso mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa. Empat wisatawan lokal yang tengah bermain di bawah air terjun, tiba-tiba terjebak banjir bandang yang datang tiba-tiba. Sungai Cicurug yang merupakan anak sungai cikaso meluap dampak hujan di kawasan hulu.
Beruntung korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Keberanian seorang petugas Balawista, para pengemudi perahu wisata, warga lokal, hingga komunitas pesepeda yang berada di lokasi kejadian, menyelamatkan nyawa para pelajar yang sempat terseret jauh.
Baca Juga: Sukabumi Challenge 2 Siap Digelar, Lebih dari 400 Atlet Taekwondo Ambil Bagian
Pengelola Curug Cikaso, Gozal, membeberkan bahwa kondisi debit air sejak pagi hingga pukul 13.30 WIB sebenarnya terpantau normal dan bersahabat. Air terjun tampak kecil, jernih kebiruan, dengan jumlah kunjungan wisatawan yang masih relatif sepi.
“Menjelang sore hari pukul 15.00 WIB, baru ada empat wisatawan lokal dan dua wisatawan asing yang datang naik perahu menuju Curug Cikaso,” ujar Gozal kepada sukabumiupdate.com.
Petaka mulai datang sekitar pukul 15.30 WIB. Saat para pengunjung sedang asyik menikmati kesegaran air di area bebatuan tengah sungai, tiba-tiba terdengar suara dentuman gemuruh air yang sangat keras dari arah hulu sungai.
Baca Juga: Laka Maut di Jalan RA Kosasih Kota Sukabumi, Pemotor Tewas Usai Terseret Avanza
Hanya dalam hitungan detik, air bah berwarna cokelat pekat langsung menerjang dengan sangat deras. Empat pengunjung seketika terjebak di tengah kepungan arus yang menggulung.
“Dua orang pengunjung yang posisinya berada di atas batu besar berhasil dievakuasi cepat oleh warga sekitar menggunakan bentangan bilah bambu,” kata Gozal. Namun, dua wisatawan lainnya tidak sempat menyelamatkan diri ke tempat tinggi. Tubuh keduanya langsung tersapu dan hanyut terbawa derasnya arus banjir bandang hingga beberapa meter ke hilir sungai.
Melihat ada wisatawan yang hanyut, petugas lifeguard Balawista, Hudin alias Econg bersama rekannya Iwan, langsung melompat melakukan aksi penyelamatan darurat. Berkejaran dengan arus, aksi mereka turut dibantu oleh warga, pengemudi perahu seperti Dadah dan Pepen, serta rombongan pengunjung dari komunitas sepeda.
Baca Juga: Sinergi OVOD UMMI, Bapperida Dorong Pembangunan Desa di Sukabumi Berbasis Kolaborasi Keilmuan
“Dua korban yang hanyut akhirnya berhasil ditangkap dan ditolong oleh tim Balawista dibantu pengemudi perahu serta komunitas sepeda yang kebetulan sedang berada di lokasi,” ungkap Gozal lega.
Diketahui, dua korban yang sempat hanyut merupakan pelajar perempuan asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, yakni D (15 tahun) warga Desa Pasiripis dan N (15 tahun) warga Desa Sinarsari.
Gozal menjelaskan, petugas di lapangan sebenarnya sudah memiliki firasat buruk saat melihat langit di kawasan hulu mulai mendung gelap. Petugas lifeguard bahkan sudah berteriak memberikan peringatan keras agar para pelajar tersebut segera naik ke daratan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Umumkan 44 Pemain Sementara Jelang Duel Kontra Oman dan Mozambik
Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, kedua korban yang syok dan mengalami luka ringan langsung diberikan penanganan medis pertama di lokasi. Setelah kondisinya dipastikan stabil, petugas gabungan langsung mengantarkan kedua pelajar tersebut pulang ke rumah masing-masing di Surade menggunakan kendaraan pribadi.
Pihak pengelola mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk selalu mematuhi instruksi pemandu dan lifeguard di lapangan, terutama saat cuaca di area hulu mulai memasuki musim penghujan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Editor : Fitriansyah