SUKABUMIUPDATE.com – Seekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan disembelih di Masjid Al Hurriyyah, Desa Jampangtengah, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada momen Idul Adha 2026. Penyembelihan rencananya dilakukan di kawasan alun-alun baru Kecamatan Jampangtengah.
Kepala Bidang Sarana Produksi Peternakan pada Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Sugiyarto, mengatakan hingga saat ini Kabupaten Sukabumi menerima satu ekor sapi bantuan presiden untuk kurban Idul Adha tahun ini.
“Sampai hari ini ada satu ekor dan setelah koordinasi dengan Kesra untuk dipotong di Masjid Al Hurriyyah di Desa Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi,” ujar Sugiyarto kepada sukabumiupdate.com, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, daging kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar wilayah Jampangtengah. Selain itu, Bupati Sukabumi juga direncanakan melaksanakan Salat Iduladha di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pohon Mangir Setinggi 15 Meter Tumbang, Jalur Nasional Surade–Tegalbuleud Sempat Lumpuh
Sugiyarto menjelaskan, sapi bantuan presiden itu merupakan jenis Limousin Cross berwarna hitam dengan bobot sekitar 950 kilogram. Sapi jantan bernama Angus tersebut diperkirakan masih akan mengalami penambahan berat hingga mendekati satu ton menjelang hari penyembelihan.
“Jenis sapi Limousin Simmental, bobotnya sekitar 950 kilo. Bisa nanti hampir satu ton,” katanya.
Sapi tersebut berasal dari peternak lokal bernama Saepul Rohman, warga Kampung Gentong RT 03/07, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Angus yang berusia sekitar 2,5 tahun dipilih karena memenuhi syarat bobot yang ditetapkan pemerintah, yakni di atas 900 kilogram.
“Karena waktu itu permohonan suratnya sapi dari wilayah Kabupaten Sukabumi, kemudian beratnya 900 sampai di atas 900 kilo,” jelasnya.
Baca Juga: Nazar Persib Juara, Pedagang Bubur di Sukabumi Bagikan Dagangan Gratis untuk Warga
Selain memenuhi syarat bobot, sapi bantuan presiden itu juga telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara khusus sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan melalui uji ulas darah dan pemeriksaan kotoran ternak guna memastikan sapi bebas dari berbagai penyakit, termasuk cacing hati.
Untuk memastikan kondisi kesehatannya, sampel pemeriksaan sapi bahkan dikirim ke Balai Veteriner Subang.
“Kondisinya sehat dan hasil lab-nya negatif dari penyakit,” ungkapnya.
Sugiyarto menambahkan, pemeriksaan terhadap sapi bantuan presiden dilakukan lebih ketat dibandingkan sapi kurban biasa karena seluruh tahapan harus memenuhi persyaratan khusus yang telah ditentukan pemerintah.
Sementara itu, harga kewajaran sapi bantuan presiden tersebut di tingkat peternak lokal diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Editor : Asep Awaludin