SUKABUMIUPDATE.com - Banjir yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi menerjang wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu 24 Mei 2026 sore, berdampak serius terhadap pelayanan kesehatan dan permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 50 rumah terdampak banjir, sementara aktivitas pelayanan di Puskesmas Palabuhanratu terpaksa dihentikan sementara akibat genangan air yang memenuhi ruangan.
Pada Senin (25/05/2026) pagi, 20 personel dari BPBD Kabupaten diterjunkan demi membantu membersihkan area puskesmas dan permukiman warga yang terdampak bencana banjir.
Baca Juga: Minta Dukungan, Raffa Akmal Luigi Wakili Kota Sukabumi di Jambore Nasional Pramuka 2026
Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan mengatakan, fokus utama penanganan hari ini adalah memulihkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Palabuhanratu agar dapat kembali beroperasi.
“Pagi hari ini BPBD menurunkan 20 personel untuk bersih-bersih, terutama di Puskesmas Palabuhanratu. Dampak banjir semalam membuat pelayanan sementara tidak bisa dilakukan,” ujar Kuswan kepada Sukabumiupdate.com, Senin (25/05/2026).
Menurutnya, selama proses pemulihan berlangsung, pelayanan kesehatan untuk sementara dipindahkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.
Baca Juga: Berbalik Arah, Mama Sinta di Film Pesta Babi Kini Dukung PSN di Papua Selatan
“Kami fokus membersihkan ruangan-ruangan supaya pelayanan bisa segera pulih dan pasien dapat kembali berobat ke puskesmas,” katanya.
Ucapan Idul Adha Bapenda Kabupaten Sukabumi
Kuswan menjelaskan, hampir seluruh ruangan di lantai bawah Puskesmas Palabuhanratu terendam banjir dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa. Kondisi air yang masih tinggi pada Minggu sore membuat petugas belum bisa langsung melakukan penanganan.
“Ruangan lantai bawah semuanya terendam. Air mulai meluap sekitar pukul 16.00 WIB. Semalam kami belum bisa turun karena arus air masih besar,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Iduladha 2026, Cabai Merah Lokal Tembus Rp120 Ribu per Kg di Kota Sukabumi
Sejumlah fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di ruang poli gigi. Peralatan pemeriksaan yang tidak sempat dievakuasi disebut rusak akibat terendam air.
“Alat pemeriksaan di poli gigi mengalami kerusakan karena alatnya berat dan tidak bisa diangkat. Selain itu ruang perawatan TB juga terendam cukup besar karena posisinya lebih rendah,” jelas Kuswan.
Selain fasilitas kesehatan, kata Kuswan, banjir juga merendam puluhan rumah warga di sejumlah titik di Palabuhanratu. BPBD mencatat sedikitnya 50 kepala keluarga terdampak akibat luapan Sungai Ciranca dan tingginya debit Sungai Cigangsa.
Baca Juga: Amalan yang Dianjurkan bagi Wanita Haid di Hari Arafah
“Data sementara ada sekitar 50 rumah atau 50 KK terdampak banjir. Alhamdulillah warga sudah siaga sehingga barang-barang masih bisa diselamatkan,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya dari BPBD pun akan membagi personel untuk membantu pembersihan rumah warga dengan membawa sejumlah peralatan, termasuk pompa air atau alkon.
"Sekarang pun kami diminta warga untuk bantuan pembersihan. Ya insyaallah kita nanti, 20 personel yang diturunkan oleh BPBD itu kita bagi-bagi, berikut kita pun bawa alat, bawa Alkon dan lain sebagainya. Agar pembersihan lebih cepat dari kita," tandasnya.
Editor : Ikbal Juliansyah