Sukabumi Update

Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sejumlah Titik, Tiga Desa di Kecamatan Nagrak Terdampak

Titik longsor yang terjadi di Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, memicu serangkaian bencana longsor di tiga desa pada Minggu (24/5/2026) malam. Longsor terjadi di beberapa titik dan mengancam akses jalan, saluran irigasi, hingga aktivitas warga.

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga desa yang terdampak yakni Desa Nagrak Utara dengan satu titik longsor, Desa Kalaparea tiga titik longsor dan Desa Darmareja satu titik longsor.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno, mengatakan salah satu longsor terjadi di Kampung Ciganas RT 03/09, Desa Nagrak Utara, sekitar pukul 22.00 WIB.

Menurutnya, hujan deras yang berlangsung cukup lama mengakibatkan tanah di bahu jalan kabupaten penghubung Nagrak–Ciambar longsor sepanjang sekitar 20 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter.

“Longsor mengancam jalan kabupaten penghubung dua kecamatan, yakni Nagrak dan Ciambar,” kata Winda yang akrab disapa Miki kepada sukabumiupdate.com, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Luapan Sungai Cikaso Lumpuhkan Jalan Sagaranten–Cidolog Selama Empat Jam

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, area longsoran untuk sementara dipasangi garis polisi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Petugas gabungan dari Tim Pusdalops, Pemerintah Desa Nagrak Utara, Polsek Nagrak, Tagana, dan ketua RT telah melakukan asesmen ke lokasi kejadian. Kebutuhan mendesak di lokasi berupa pembangunan talud penahan tanah untuk mencegah longsor susulan.

Selain di Desa Nagrak Utara, longsor juga terjadi di beberapa titik di Desa Kalaparea dalam waktu yang hampir bersamaan.

Di Kampung Bojong Honje RT 02/04, longsor menyebabkan jalan gang penghubung antar-RT terputus sepanjang sekitar empat meter. Jalan tersebut juga merupakan jembatan kecil yang melintasi saluran irigasi warga.

Sementara di Kampung Nyangkewok RT 04/05, material longsor sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi antara dua hingga empat meter menutup akses jalan gang warga.

Longsor juga terjadi di Kampung Cimande RT 02/06. Tebing sepanjang sekitar 15 meter dengan tinggi lima meter longsor dan menutup saluran irigasi Gunung Geulis, sehingga air meluap dan menggenangi sejumlah rumah warga di sekitarnya.

Baca Juga: ASAT di MTsN 2 Sukabumi Lancar, Pihak Sekolah: Tak Ada Penahanan Kartu Ujian

“Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.

Petugas bersama Pemerintah Desa Kalaparea, Satpol PP Kecamatan, dan URC PB Desa Cisarua telah melakukan asesmen ke sejumlah titik longsor. Hingga Minggu malam, warga masih bergotong royong membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan dan saluran air.

Adapun kebutuhan mendesak di lokasi di antaranya karung plastik dan tenda gulung.

Bencana longsor lainnya terjadi di Kampung Cibubuay RT 03/01, Desa Darmareja, sekitar pukul 21.30 WIB. Hujan deras menyebabkan tanah longsor dan menyeret badan jalan gang sepanjang sekitar 15 meter yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.

“Hujan deras menyebabkan tanah longsor hingga menyeret sekitar 15 meter jalan gang yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas,” tuturnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun untuk sementara waktu warga harus menggunakan jalur alternatif darurat melalui lahan milik warga di samping lokasi longsor.

“Petugas Pusdalops bersama URC PB Desa Darmareja dan ketua RT telah melakukan asesmen ke lokasi. Adapun kebutuhan mendesak di lokasi berupa karung plastik dan bronjong,” pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT