SUKABUMIUPDATE.com - Ada pemandangan tak biasa di Kota Sukabumi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Jika biasanya hewan kurban langsung dibawa ke tempat penampungan atau area jagal, sejumlah domba di salah satu pondok pesantren ini justru tampil nyentrik di atas panggung layaknya model profesional dalam sebuah gelaran fashion show.
Aksi menggemaskan tersebut terangkum dalam gelaran Festival Qurban Idul Adha, sebuah tradisi tahunan unik yang rutin dihelat sehari menjelang hari penyembelihan di Ponpes Dzikir Al Fath, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Tak sekadar menjadi wadah adu kreativitas santri, festival ini sukses menjelma sebagai magnet hiburan yang menyedot antusiasme ratusan warga sekitar, sebelum nantinya dilanjutkan dengan tradisi "nyate terpanjang" pada keesokan harinya.
Pada edisi tahun ini, sebanyak 6 ekor domba tampil memukau setelah dirias total sesuai dengan tema kelompok masing-masing. Kreativitas ini melibatkan kolaborasi masif para santri, mulai dari tingkat PAUD hingga SLTA.
Baca Juga: Mulai Bergerak ke Arafah, Jemaah Haji RI Diimbau Jaga Kesehatan Selama Armuzna
Tema-tema yang diangkat pun sarat akan makna filosofis, mulai dari visualisasi perjalanan santri menuju luar negeri, hingga tema kebudayaan bertajuk "Milangkala Tatar Sunda".
Sebelum berlenggak-lenggok di area festival, domba-domba ini terlebih dahulu dimandikan hingga bersih dan wangi. Setelah dipastikan suci, barulah tubuh domba-domba tersebut dibalut kostum serta berbagai atribut teatrikal yang unik.
Teatrikal Kereta Kencana dan Mahkota Binokasih
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari kelompok Amira Faiza Azmi, seorang santri kelas 11 MA. Kelompoknya mengusung tema sub-tema megah: "Persembahan Warisan Budaya Takbenda Ponpes Dzikir Al Fath di Milangkala Tatar Sunda".
Domba milik kelompok Amira dirias mewah dengan pakaian dominan hitam berbalut pernak-pernik bernuansa emas yang berkilauan.
"Dombanya itu berperan sebagai prajurit kereta kencana yang membawa mahkota Binokasih. Ceritanya, mahkota tersebut diserahkan oleh santri yang memerankan Pimpinan Ponpes, KH Muhammad Fajar Laksana, kepada Tokoh Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi," ujar Amira kepada sukabumiupdate.com, Selasa (26/5/2026).
Amira membeberkan, mempersiapkan penampilan teatrikal yang dipadukan dengan fashion show domba ini memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Timnya membutuhkan waktu kurang dari satu minggu untuk mematangkan konsep cerita dan mengumpulkan bahan riasan. Menariknya, mayoritas aksesoris yang melekat di tubuh domba memanfaatkan material ramah lingkungan dan barang bekas hasil daur ulang.
"Cukup sulit sebenarnya, karena waktunya mepet. Mulai dari pernak-pernik sampai menyusun alur ceritanya itu lumayan bikin pusing. Tapi alhamdulillah, kita maksimalkan barang yang ada seperti triplek bekas, jadi kita enggak beli," ungkapnya sembari tersenyum bangga.
Baca Juga: Pria Cianjur yang Lemas di Hutan Gunung Salak Ternyata Sudah 4 Tahun Hilang
Edukasi Adab: Memuliakan Hewan Kurban Sebelum Disembelih
Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH Muhammad Fajar Laksana, menjelaskan bahwa festival tahun ini sengaja dikombinasikan dengan pertunjukan drama kabaret. Tujuannya agar para santri terlatih dalam mengonsep sebuah cerita dan mengasah mental kreativitas mereka.
Namun, di balik kemeriahan baju-baju unik dan riasan jenaka yang dikenakan si domba, ada pesan teologis mendalam yang ingin disampaikan kepada para santri dan masyarakat luas.
"Kegiatan ini mendidik santri agar memuliakan dan membersihkan domba sebelum disembelih. Artinya, kita harus punya adab terhadap hewan ternak. Hewan yang akan kita korbankan untuk ritual ibadah setahun sekali ini jangan diperlakukan dengan kurang beradab, termasuk nanti proses penyembelihannya. Karena hewan-hewan inilah yang menjadi perantara kita mendapatkan nikmat Allah," beber Fajar Laksana secara retoris.
Melalui festival kreatif ini, Fajar juga menyelipkan syiar dakwah demi mengetuk hati masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki agar tidak ragu untuk menunaikan ibadah kurban.
"Kurban ini adalah perintah Allah dalam QS Al Kautsar, salah satu jalan yang bisa menyebabkan kita masuk surga. Acara ini dikemas menarik untuk memotivasi kita semua agar gemar berkurban demi syariat Islam, dan yang paling penting adalah aspek sosialnya, yaitu agar kita bisa saling berbagi dengan sesama," pungkasnya.
Editor : Denis Febrian