SUKABUMIUPDATE.com - Warga dari dua desa di Kabupaten Sukabumi kembali bergerak menggalang donasi demi memperbaiki secara swadaya Jembatan Gantung Cibodas yang rusak parah. Langkah ini diambil setelah infrastruktur penghubung antar kecamatan tersebut sempat memakan korban beberapa waktu lalu.
Diketahui sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak sempat terjatuh dari jembatan tersebut ke dasar Sungai Cibodas pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Beruntung, seluruh korban berhasil selamat meski harus mengalami luka-luka.
Jembatan gantung sepanjang 20 meter dengan ketinggian sekitar 8 meter itu merupakan akses vital yang menghubungkan Kampung Cimahi Desa Banjarsari Kecamatan Cidadap dengan Kampung Sindangkerta Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Lagi, Jembatan Gantung Cibodas Sukabumi Makan Korban: Satu Keluarga Jatuh ke Sungai, Ayah Patah Kaki
Tokoh pemuda setempat, Yandi Cahyadi, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan beralaskan kayu tersebut sudah sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga yang melintas setiap hari.
“Jembatan ini dibangun lebih dari 30 tahun lalu dan sudah mengalami kerusakan parah sejak sekitar 16 tahun terakhir. Deck atau lantai jembatan sudah lapuk, tali gantungnya juga nyaris putus,” ujar Yandi kepada sukabumiupdate.com, Kamis (28/5/2026).
Meski kondisinya bak jalur maut, warga sekitar tetap terpaksa menggunakannya. Jembatan ini merupakan urat nadi tunggal bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian antarwilayah.
Melihat lambatnya penanganan, warga akhirnya berinisiatif mengambil tindakan darurat. Bersama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Curugkembar dan Pemdes Banjarsari, masyarakat melakukan gotong royong.
Baca Juga: Viking Pajampangan Desak Pelaku Pengeroyokan Bobotoh Sukabumi Diproses Hukum
“Mau gimana lagi, ini merupakan akses penting bagi kedua warga desa. Sehingga kami berinisiatif kembali bersama Pemdes Curugkembar dan Pemdes Banjarsari melakukan gotong royong mengganti material kayu yang sudah rapuh dan mencor bagian jembatan yang sudah rusak dengan udunan,” kata Yandi.
Yandi menambahkan bahwa upaya perbaikan yang berjalan saat ini masih bersifat sementara karena keterbatasan dana swadaya masyarakat. Mewakili warga dari dua kecamatan, ia mengetuk hati pemerintah daerah agar segera turun tangan melakukan pembenahan secara permanen.
“Karena ini akses vital masyarakat, kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah supaya jembatan ini bisa dibangun lebih layak dan aman untuk dilalui warga,” pungkasnya.
Editor : Denis Febrian