Sukabumi Update

Wejangan Presiden Usai Salat Idul Adha di Lapang Merdeka Sukabumi

Presiden Soekarno saat pidato usai salat idul adha di Lapang Merdeka Sukabumi, 31 Agustus 1952 | Foto : dok. ANRI

SUKABUMIUPDATE.com – Lapang Merdeka Kota Sukabumi pernah menjadi saksi sejarah pelaksanaan Salat Idul adha yang dihadiri langsung Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Momen bersejarah tersebut terjadi pada Hari Raya Idul adha 1371 Hijriah atau tepatnya pada 31 Agustus 1952. Ribuan umat Islam di Sukabumi saat itu melaksanakan Salat Id bersama Bung Karno di Lapang Merdeka.

Mengutip dokumentasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Presiden Soekarno tidak hanya mengikuti Salat Idul adha, tetapi juga menyampaikan wejangan atau nasihat kepada masyarakat usai pelaksanaan salat. Sementara khutbah Idul adha disampaikan oleh KH Zarkasi.

"Presiden Soekarno mengajak umat Islam untuk memperbaharui tekad serta menjaga kesucian, kebenaran, dan nilai-nilai perikemanusiaan," kata ANRI dalam keterangannya. "Bung Karno juga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dan kemanusiaan, baik dalam kehidupan berbangsa di dalam negeri maupun dalam hubungan internasional," tambahnya.

Pengamat sejarah Sukabumi, Irman Firmansyah, mengatakan momen tersebut menjadi salah satu kunjungan bersejarah Presiden Soekarno ke Sukabumi.

“Bung Karno melakukan Salat Iduladha di Lapang Merdeka Kota Sukabumi karena kunjungannya saat itu bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1371 H,” kata Irman kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Daging Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sukabumi Dipastikan Layak Konsumsi

Menurut Irman, suasana Salat Idula dha kala itu berlangsung khusyuk dan penuh antusiasme masyarakat. Bung Karno mengikuti salat bersama ribuan warga Sukabumi yang memadati Lapang Merdeka.

Salat Idul adha tersebut diimami oleh KH R Ahmad Djunaidi Rodlibillah, seorang ulama pejuang asal Sukabumi yang dikenal memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan.

“Saat itu masyarakat dari berbagai kalangan menghentikan aktivitasnya untuk mendengarkan pidato Bung Karno di Lapang Merdeka,” ujar Irman.

Usai melaksanakan Salat Iduladha dan memberikan wejangan kepada masyarakat, Presiden Soekarno kemudian melanjutkan kunjungannya ke Sekolah Polisi Sukabumi dan bertemu dengan R Soebarkah.

Lapang Merdeka pusat pergerakan

Lapang Merdeka memiliki nilai historis penting bagi masyarakat Sukabumi. Pascaproklamasi kemerdekaan, lokasi tersebut menjadi pusat pergerakan rakyat saat mengambil alih kekuasaan dari Jepang.

Menurut Irman, ribuan warga kala itu menghentikan pasukan Kempeitai Jepang dan merampas senjata mereka. Masyarakat kemudian menyerbu kantor Kempeitai serta sejumlah kantor lainnya pada 1 Oktober 1945.

Peristiwa heroik tersebut membuat Bung Karno menaruh penghargaan besar terhadap perjuangan rakyat Sukabumi. Bahkan dalam lawatannya sebelumnya ke Sukabumi pada 1951 terkait dukungan perjuangan Irian Barat, Presiden Soekarno meresmikan nama Lapang Merdeka melalui Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT