Sukabumi Update

Babi Hutan Terjang Kebun-kebun Warga di Cidolog, Para Petani Terancam Gagal Panen

Ilutrasi babi hutan di Cidolog, Kabupaten Sukabumi | Foto : dok. istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit akibat menurunnya hasil pertanian, para petani di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi kini menghadapi ancaman serius berupa serangan hama babi hutan yang semakin mengganas.

Hampir di seluruh desa di wilayah tersebut, lahan pertanian warga dilaporkan rusak parah akibat amukan kawanan babi hutan. Tanaman jagung milik petani, mulai dari yang baru ditanam hingga yang mendekati masa panen, tidak luput dari serangan hewan liar tersebut.

Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat. Padahal sebelumnya, semangat petani sempat kembali tumbuh setelah adanya bantuan bibit jagung gratis dari pemerintah. Namun harapan itu perlahan pupus karena tanaman yang mereka tanam justru habis dirusak hama.

Dari informasi yang dihimpun sukabumiupdate.com, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cidolog bersama tim Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) sudah berupaya melakukan perburuan massal babi hutan. Perburuan yang dilakukan selama dua hari berturut-turut dengan melibatkan warga setempat, tim pemburu disebut hanya berhasil melumpuhkan tiga ekor babi hutan.

Minimnya hasil perburuan diduga karena luasnya area perburuan serta kondisi hutan yang mulai gundul, sehingga kawanan babi hutan mudah berpindah tempat dan bersembunyi.

Baca Juga: Diduga Gelapkan Dana Proyek Desa, Kades Karangmekar Sukabumi Jadi Tersangka

UL (40 tahun) seorang petani setempat mengaku kondisi saat ini membuat warga semakin kesulitan. Selain populasi babi hutan yang terus bertambah, kerusakan hutan juga dinilai menjadi penyebab utama hewan liar turun ke area pertanian dan permukiman warga.

“Gunung-gunung di sekitar wilayah kami sekarang sudah mulai gundul, membuat babi hutan kehilangan habitat dan turun ke pemukiman serta ladang warga. Ditambah lagi, perkembangbiakan babi hutan ini sangat cepat. Sekarang kami benar-benar bingung mengantisipasinya,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (29/5/2026). 

UL bersama para petani lainnya berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut, mulai dari pengendalian populasi hama hingga pemulihan ekosistem hutan. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan petani gagal panen dan mengancam mata pencaharian warga di Kecamatan Cidolog.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT