Sukabumi Update

Membusuk dan Belatungan, Cerita Ahmad Yadi Didatangi Bupati Sukabumi

Bupati Sukabumi Asep Japar mendatangi warga Parungkuda yang 31 tahun lumpuh (Sumber: dok tim)

SUKABUMIUPDATE.com - Ahmad Yani (41) warga Kampung Warungceri, RT14/06, Desa Pondok Kaso Landeuh, kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi, 31 tahun hanya bisa terbaring lumpuh di rumahnya. Kondisi ekonomi keluarga yang serba pas-pasan membuat proses pengobatan Ahmad Yani terbatas.

Puluhan tahun tergeletak tak berdaya tak hanya membuat tubuhnya semakin lemah, luka tak tertangani dengan baik menjadi busuk dan belatungan. Ditengah pasrahnya dan keluarga, tiba-tiba Bupati Sukabumi Asep Japar mengunjungi mereka.

Asep Japar yang tengah blusukan bagi-bagi daging kurban, pada Jumat 29 Mei 2026 mendatangi Ahmad Yani. Anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Ny.Saroh dan M.Shaleh, senang bisa bertemu Bupati Sukabumi Asep Japar.

Baca Juga: Mantan Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia

Epah kakak kandung korban bahkan menangis saat menyaksikan Bupati Sukabumi bersedia menengok Ahmad Yani. "Demi Allah bapak abdi mah nangis sadayana keluarga teu nyangka pak bupati ningal pun rayi" kata Epah menyeka air mata. 

Menurut Epah, adiknya awal epilepsi. Umur 10 tahun adiknya jatuh dikamar mandi hingga patah tulang belakang. Sejak itu Ahmad Yani mengalami kelumpuhan.

"Atos dicandak 5 kali operasi di rumah sakit medicare sareng DKH mung kondisi makin memburuk, bpjsna aktif" tambahnya.

Baca Juga: Mengenal Segitiga Retorika Aristoteles: Ethos, Pathos, dan Logos dalam Seni Persuasi

Selama 31 tahun Epah dan adiknya setiap hari bergantian mengurus Ahmad Yani. Ditambah sang ibu yang sudah renta, saat ini mengalami buta dan tak bisa berjalan.

Setiap hari mereka harus membersihkan luka di bagian belakang tubuh Ahmad Yani. Luka karena kelumpuhan menahun membuka kondisi peradangannya makin memburuk.

" Sedih pak, kantos teu gaduh artos teu kabersihan sampai bilatungan, Jujur pak abdi sakuat tenaga kudu milari artos setiap hari 150 kanggo perawatan pun rayi. Sekarang aya perawat nu ngabantu" kata Epah.

Baca Juga: Mengintip Hikayat Patani: Sejarah Kerajaan Melayu Patani, Jejak Islam dan 4 Ratu Penguasa

Bupati Sukabumi Asep Japar langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan dan memastikan untuk diberikan pelayanan kepada korban. 

"Keluarga sudah lima kali operasi, tetapi kondisi terus memburuk. Walaupun keluarga memilih untuk dirawat dirumah tetapi kami pastikan memberikan kemudahan  pelayanan" kata Asep Japar, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026)

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT